300 Pembudidaya Ikan Bakal Mendapatkan Sertifikat Prona

Ditulis 16 Feb 2014 - 20:38 oleh Nanang BNC
PRONA : Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo memberikan penjelasan program pengembangan perikanan di Banjarnegara kepada petani ikan penerima program Prona. (Ruhito)

PRONA : Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo memberikan
penjelasan program pengembangan perikanan di Banjarnegara kepada
petani ikan penerima program Prona. (Ruhito)

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Sebanyak 300 pembudidaya ikan di wilayah akan menerima sertifikat program nasional (Prona) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarnegara. Penerimanya berasal dari Kecamatan Mandiraja, Purwanegara, Rakit , Bawang  dan Wanadadi  (Raja Purbawa).

 ”Perikanan di Banjarnegara saat ini berkembang cukup pesat,
pembudidayapun berlomba-lomba untuk mengembangkan perikanan namun terbentur dengan modal, sehingga BPN memberikan bantuan melalui prona. Setelah mendapatkan sertifikat tersebut diharapkan petani akan mudah mendapatkan bantuan modal dengan agunan sertifikat,” kata Kepala Bidang Perikanan Pada Dinas Pertanian , Perikanan  dan PeternakanTotok Setya Winarna .
Bantuan yang di berikan BPN melalui Prona tersebut sebelumnya telah melalui usulan pemkab Banjarnegara, mengingat animo serta semangat dari para pembudiyada untuk mengembangkan modal. ”Sebelumnya pembudidaya hanya mempunyai petuk atau gilik sebagai bukti kepemilikan tanah, dan surat itu tidak kuat jika digunakan sebagai jaminan di perbankan. Untuk itu pemkab mengajukan bantuan kepada BPN dan alhamdulilliah bisa terpenuhi,” lanjut Totok.

Kepala BPN Banjarnegara, Sri Soewito mengatakan legalisasi asset
kantor pertanahan Banjarnegara mendapatkan alokasi sejumlah 4550 bidang yang terdiri dari sertifikat tanah prona sejumlah 4000 bidang yang ditempatkan di di 10 kecamatan dan 18 desa yang sampai saat ini sudah sampaipada tahap pengukuran.

Sedangkan sertifikasi hak atas tanah lintas sektor untuk tahun
anggaran 2014 BPN mendapakan 550 bidang tanah yang terdiri dari tiga kegoatan yaitu sertifikasi UKM sejumlah 100 bidang yang diperuntukan bagi anggota koperasi yang ditempatkan di Desa Bantarwaru Kecamatan Madukara yang saat ini sudah masuk dalam tahap pengukuran.

”150 bidang lainnya diperuntukan bagi anggota kelompok tani pokdakan atau gapoktan. Dan untuk tahun ini berdasarkan koordinasi dengan dinas pertanian perikanan dan peternakan Banjarnegara yang ditempatkan di Desa Bandingan, Mantrianom dan Desa Serang kecamatan Bawang. Seperti halnya  bisang koperasi, sertifikasi di bidang pertanian juga juga sedang dalam tahap pengukuran,” kata Sri Soewito
Lebih lanjut Sri Soewito menambahkan untuk sertifikasi perikanan
budidaya Banjarnegara mendapatkan alokasi 300 bidang .
”Untuk Sertifikasi budidaya hingga saat ini bari pada tahapan
sosialisasi,” lanjutnya.
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut meminta kepada pembudidaya agar bisa memanfaatkan sertifikat yang diterimanya untuk kepentingan pengembangan perikanan sesuai permintaan pembudidaya sebelumnya. ”Setelah mendapat sertifikat secara resmi, manfaatkan sertifikat itu untuk jaminan di Bank sebagai modal untuk mengembangkan budidaya ikan, jika produksi perikanan meningkatkat tentunya akan membawa kesejahteraan bagi pembudidaya perikanan,” katanya. (Ruhito)
Tentang Penulis

Leave A Response