Jangan Anggap Remeh Abu Vulkanik Gunung Kelud

Ditulis 15 Feb 2014 - 18:51 oleh Yit BNC

pake masker3SOLO (BanyumasNews.Com) – Jangan anggap remeh debu vulkanik Gunung Kelud. Jika masuk dalam saluran pernafasan, debu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.

Kadar debu PM10 (partikulat debu dengan ukuran diameter aerodinamik <10 mikron) yakni 920 mikrogram/meter kubik, debu PM2,5 mencapai 35 mikrogram/meterkubik, dan PM1 sebesar 15 mikrogram/meter kubik. Peningkatan tertinggi yakni kadar debu PM10, yang mencapai 6 kali lipat dari hari biasa.

“Sudah lampaui ambang batas rata-rata, meningkat 6x lipat Karena baku mutu untuk debu PM10 sebesr 150 mikrogram/meter kubik, Hari Jum’at  (14/2) pukul 07.00 WIB meningkat menjadi 920 mikrogram/meter kubik. Progresivitas ini dapat timbulkan penyakit yang lebih parah,” kata Kepala Program S2 dan S3 Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), Prabang Setyono.

Prabang menjelaskan, jika terhirup manusia debu PM10 dapat mencapai bronkiolus, sedangkan debu PM2,5 mampu mencapai alveolus. “Ukuran yang paling kecil yakni PM1 kalau masuk bisa sampai paru-paru yang sangat dalam. Tentu ini sangat berbahaya terlebih lagi debu vulkanik mengandung silika,” katanya.

Dikemukakannya, debu yang mengandung silika tidak dapat terfusi di dalam tubuh. Sebab, kristal silika akan tetap bertahan di jaringan karena permukaannya yang tajam dan tidak teratur.

Prabang mengimbau masyarakat mengenakan masker penutup wajah dengan porositas sangat kecil. Minimal masker dapat menyaring debu PM2,5, sehingga tidak akan membahayakan kesehatan. Sayangnya, kebanyakan masker yang digunakan masyarakat (masker hijau) tidak dapat menyaring debu PM2,5. “Harga masker untuk debu PM2,5 memang agak mahal. Tapi itu lebih baik karena tingkat saringannya lebih ketat. Yang banyak dipakai itu seperti masker hijau hanya bisa menyaring debu PM10,” ujarnya. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response