Wisata Geologi Dieng Mulai Digarap

Ditulis 13 Feb 2014 - 20:34 oleh Nanang BNC

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Banjarnegara mulai mengembangkan potensi wisata zona dua di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Objek di zona dua meliputi Kawah Candradimuka, Telaga Dlingo Sileri, Gua Jimat dan Sumur Jalatunda di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur.

KAWAH CANDRADIMUKA : Salah seorang anak tengah bermain di sekitar bibir Kawah Candradimuka. Meskipun suasana selalu mengeluarkan asap dan suara menderu sehingga terkesan mencekam, namun anak-anak yang tinggal di sekitar kawah tidak takut. (foto Ruhito)

KAWAH CANDRADIMUKA : Salah seorang anak tengah
bermain di sekitar bibir Kawah Candradimuka. Meskipun suasana selalu
mengeluarkan asap dan suara menderu sehingga terkesan mencekam, namun
anak-anak yang tinggal di sekitar kawah tidak takut. (foto Ruhito)

Menurut Kepala Dinbudpar, Aziz Achmad, pembangunan wisata di
Banjarnegara selama ini terfokus di zona I, yaitu wilayah kompleks
Candi Pandhawa di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur. ”Harapannya masyarakat tidak sekedar datang melihat candi namun wisata geologi yang ada di Dieng juga dilirik,” katanya.
Ia menambahkan,pengembangan akan dimulai 2014.Sebagi bukti awal, kata dia,  akses jalan masuk menuju Kawah Candradimuka yang selama ini sangat rusak, sudah diperbaiki dengan adana APBD Banjarnegara senilai Rp 763.193.000. Dana tersebut untuk peningkatan jalan sepanjang 1.150 meter dan lebar 3 meter.
Terpisah, Kepala Desa Pekasiran, M Fadulloh mengatakan, selain jalan masuk kawasan wisata kawah, juga harus dibuatkan jalan yang menuju Telaga Dlingo. ”Jalan yang bagus hanya sampai Kawah Candradimuka Sedangkan menuju Telaga Dlingo masih sangat rusak,” katanya.
Pihaknya juga berharap agar kondisi fasilitas yang ada di Kawah Candradimuka dapat dilakukan penataan. Sebab, dengan kondisi yang seperti saat ini,dianggap masih kurang layak untuk menjadi objek wisata unggulan.

Selain fasilitas jalan yang sudah mulai ada perhatian, M Fadulloh
juga berharap agar pemkab dapat membuka jalur angkutan yang melewati Desa Pekasiran. ”Selama ini, jalur angkutan hanya Dieng-Banjarnegara yang melewati jalur utama Batur sehingga tidak melintasi desa Pekasiran. Jika dilewatkan, akan menjadi lebih dikenal banyak orang,” katanya. (Ruhito)
Tentang Penulis

Leave A Response