Kedatangan Jenazah Korban Genset Meledak Diwarnai Tangis

Ditulis 12 Feb 2014 - 09:54 oleh Nanang BNC
Tangis histeris mewarnai kedatangan jenazah Slamet Apriyana, korban gas meledak di Bekasi (foto:nan)

Tangis histeris mewarnai kedatangan jenazah Slamet Apriyana, korban gas meledak di Bekasi (foto:nan)

BANYUMAS (BanyumasNews.Com) – Kedatangan jenazah Slamet Apriyana (21) warga RT 03 RW 01 Desa Sidamulya Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, salah satu korban meledaknya genset di Bekasi diwarnai tangis. Keluarga tak menyangka jika pemuda tersebut harus tewas dengan cara seperti itu. keluarga berharap pihak perusahaan tempat korban bekerja bertanggung jawab atas musibah tersebut.

Sesampainya di rumah duka Rabu (12.02) pagi, jenazah Slamet Apriyana ini langsung disambut tangis histeris. Korban yang belum genap bekerja selama setahun ini harus tewas meregang nyawa akibat meledaknya genset tersebut.

Menurut keluarga, korban merupakan alumni Akadami Perawat (Akper) Serulingmas Banyumas. Setelah lulus korban berangkat ke Jakarta dan bekerja disebuah klinik.

Slamet Apriyana (foto:dok)

Slamet Apriyana (foto:dok)

Atas kejadian ini keluarga menerima dan pasrah. ” Kami hanya berharap agar pihak klinik yang mempekerjakannya bertanggung jawab dan memberikan santunan terhadap korban,” ujar Kobir (48) paman korban.

Seperti diberitakan Slamet Apriyana merupakan salah satu korban meledaknya genset di klinik Sapta Mitra di Rawalumbu Bekasi Timur, Selasa (11/02) dinihari. Jenazah dimakamkan Rabu siang di pemakaman desa setempat.

Tentang Penulis

Leave A Response