Manisih dkk disidang gara-2 mengambil randu senilai Rp. 12 ribu

Ditulis 18 Des 2009 - 00:03 oleh Banyumas1

randuBATANG – Kalau kasus hukum di pusat (Jakarta) diwaranai kasus korupsi trilyunan rupiah, di daerah kasus hukum rupanya sedang diwarnai persidangan pencurian terkait perkebunan dan pertanian dengan nominal yang tidak signifikan, hanya belasan ribu rupiah saja.

Di Banyumas ada balada Minah, yang didakwa mencuri kakao. Kini di Batang sedang berlangsung pemeriksaan terhadap Manisih, 40, Rusnoto, 14, Juwono, 16, dan Sri Suratmi, 19, dari desa Kenconorejo, kecamatan Tulis, kabupaten Batang.

Mereka dituduh mengambil buah randu senilai Rp. 12 ribu dan didakwa dengan pasal 363 Ayat 1 ke 4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Lebih mengenaskan lagi, karena mereka tidak didampingi kuasa hukum dalam pemeriksaan di kepolisian. “Ini rekayasa hukum karena selama dalam pemeriksaan di Polres Batang, kami tidak pernah didampingi kuasa hukum,” kata terdakwa Manisih, usai sidang di Pengadilan Negeri Batang, Kamis (17/12).

Kuasa hukum terdakwa, Muh Nuh, mengatakan, ada sesuatu kejanggalan dari penyidik yang tidak melihat jika salah seorang terdakwanya, adalah masih di bawah umur. “Saya melihat hak-hak terdakwa, seperti perlindungan anak wajib untuk dilindungi tetapi penyidik tidak melihat ke arah itu,” katanya.

Selain itu, katanya, penyidik juga tidak melihat kondisi sosiologi hukum di masyarakat setempat sehingga seharusnya penyidik tidak perlu menahan ke kasus pidana dan tidak harus dilaksanakan di pengadilan. Dalam persidangan kasus pengambilan buah randu yang berlangsung sekitar 10 menit itu, Jaksa Laely Malinda mengatakan, menolak keberatan tindakan dari terdakwa. Jaksa tetap meminta mereka diajukan ke persidangan, yang ditunda pada 22 Desember 2009. (BNC/ant/ist)

Tentang Penulis

Leave A Response