Camat Watukumpul: Proses Relokasi Korban Longsor Butuh 6 Bulan

Ditulis 11 Feb 2014 - 12:10 oleh Eko Nurhuda
longsor pemalang, longsor watukumpul, watukumpul longsor, pemalang longsor

Sebuah jalan terputus akibat longsor di Desa Bongas, Kec. Watukumpul, Pemalang. (Foto: @grombyangnet/PP)

PEMALANG (BanyumasNews.com) – Longsor yang menimpa Kecamatan Watukumpul di Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu membuat warga di 15 desa terpaksa mengungsi. Camat Watukumpul, Drs. Mubarak Ahmad, menyatakan proses relokasi diperkirakan memakan waktu selama 6 bulan.

Selama proses relokasi itu korban longsor akan ditampung di tempat-tempat pengungsian yang sudah disiapkan. Lebih lanjut Mubarak Ahmad mengatakan bantuan yang terkumpul saat ini cukup untuk kebutuhan para korban selama dua bulan ke depan. Meski begitu bantuan masih dapat terus disalurkan mengingat pendataan korban masih terus dilakukan sehingga jumlah korban bisa jadi bertambah.

Camat menyebutkan, pihaknya sudah membuka rekening khusus untuk menampung bantuan bagi korban longsor Watukumpul. Bantuan berupa uang dapat disalurkan melalui rekening BRI 5992-0100903453-3 an. Drs. Mubarok ahmad, Riya Kurniawan, Munawir.

Per Senin (9/2) siang, menurut data yang tersaji di posko pengungsian, sebanyak 15 desa terkena dampak longsor. Total 879 rumah rusak, dengan rincian 431 rusak berat, 142 rusak ringan, sedangkan 332 rumah sisanya terancam ambruk.

Adapun jumlah pengungsi tercatat sebanyak 2020 jiwa yang terdiri dari 486 kepala keluarga. Longsor juga membuat jembatan Bantar Sari di Desa Bongas, jembatan Kalipolaga di Desa Pagelaran, jembatan Mandalika di Desa Tlagasana, serta sebuah jembatan di Desa Cikadu dan Medayu amblas sehingga memutus akses jalan. Sampai saat ini jalur Cawet-Cikadu terputus.

Berikut data lengkap kerusakan akibat longsor yang terjadi di Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang, per 9 Februari 2014 pukul 12.00 WIB.

1. Desa Tundangan
Rusak berat = 3 rumah
Rusak ringan = 14 rumah
Terancam longsor = 12 rumah
Pengungsi = 78 jiwa

2. Desa Bongas
Rusak berat = 12 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 167 jiwa (10 balita, 1 ibu hamil, 2 sakit)

3. Desa Cikadu
Rusak berat = 326 rumah
Rusak ringan = 15 rumah
Terancam longsor = 104 rumah
Pengungsi = 1136 jiwa

4. Desa Cawet
Rusak berat = 12 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = 32 rumah
Pengungsi = 60 jiwa

5. Desa Pegelaran
Rusak berat = 2 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 7 jiwa

6. Desa Bodas
Rusak berat = 1 rumah
Rusak ringan = 2 rumah
Terancam longsor = 7 rumah
Pengungsi = tidak ada data

7. Desa Medayu
Rusak berat = 10 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = 32 rumah
Pengungsi = 297 jiwa

8. Desa Tlagasana
Rusak berat = 23 rumah, 1 jembatan
Rusak ringan = 101 rumah
Terancam longsor = 119 rumah
Pengungsi = 35 jiwa

9. Desa Jojogan
Rusak berat = 5 rumah, 1 masjid, 1 musala, 10 lahan pertanian
Rusak ringan = 1 rumah
Terancam longsor = 35 rumah
Pengungsi = 5 jiwa

10. Desa Wisnu
Rusak berat = 2 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = 38 rumah
Pengungsi = tidak ada data

11. Desa Majalangu
Rusak berat = 16 rumah, 1 jembatan
Rusak ringan = 4 rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 143 jiwa

12. Desa Tambi
Rusak berat = 1 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = 2 rumah
Pengungsi = 6 jiwa

13. Desa Gapura
Rusak berat = – rumah
Rusak ringan = 4 rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 22 jiwa

14. Desa Watukumpul
Rusak berat = 6 rumah, 1 jalan longsor
Rusak ringan = 7 rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 27 jiwa

15. Desa Majakerta
Rusak berat = 1 rumah, 1 jembatan ambruk
Rusak ringan = 2 rumah
Terancam longsor = 2 rumah
Pengungsi = tidak ada data

16. Desa Sikemplang
Rusak berat = 9 rumah
Rusak ringan = – rumah
Terancam longsor = – rumah
Pengungsi = 27 jiwa

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response