Lezatnya Ikan Sungai Sapi, Jadi Ingin Nambah

Ditulis 10 Feb 2014 - 19:03 oleh Nanang BNC
Ikan dari Sungai Sapi Purwanegara ini terasa khas dan lezat (foto:ruh)

Ikan dari Sungai Sapi Purwanegara ini terasa khas dan lezat (foto:ruh)

SUNGAI Sapi  di pegunungan selatan Banjarnegara yang melintasi wilayah Kecamatan Bawang, Purwanegara,Mandiraja, Purwareja-Klampok dan Susukan merupakan  habitat ikan jenis brek, melem serta beberapa jenis ikan kecil lainnya yang  terkenal sangat lezat. Orang cenderung tambah nasi ketika makan dengan lauk ikan dari sungai tersebut. Atau, menjadikannya sebagai cemilan usai makan karena ketagihan.

Kelezatannya, konon tak lepas dari kondisi sungai  berpasir campur tanah  di daerah tandus itu.  Derasnya air memaksa ikan-ikan selalu bergerak melawan arus, sehingga tubuh lebih berotot.  Manakala digoreng,  ikan-ikan itu mempersembahkan cita-rasa luar biasa. Kenyal namun empuk, gurih dan tak berbau amis.
z-IKAN 3Tak mengherankan, sungai Sapi menjadi ‘perburuan’ para pemancing dan penjala ikan. Sering pula muncul penyetrum ikan dengan menggunakan accu sebagai sumber listrik. Cara terakhir tadi selalu dikutuk banyak orang  karena tidak ‘berperikeikanan’ lantaran  keji dan memusnahkantelur serta larva ikan yang disediakan alam sebagai penerus keturunan.
Sebuah warung makan yang menyajikan menu spesial ikan sungai Sapi dengan nama ‘Umaeh Dewek’di jalan tembus antara Banjarnegara – Sempor Gombong, tepatnya di Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja siap memanjakan selera. Warung  milik Tuswan Agus Sanjaya  yang terletak sekitar 1 kilometer selatan sungai Sapi dengan panorama alam nan indah berupa sawah dan hutan itu, sedia beberapa jenis ikan  mulai dari paling kecil seukuran sedotan air mineral sampai dua jari berimpit.
Kelezatannya langsung tesara pada kunyahan pertama. Terlebih lagi, dengan nasi hangat dan sambal lombok hijau yang baru dibuat sesaat menjelang disajikan. Perpaduan antara gurihnya ikan dengan pedasnya sambal dan sayur hijau,  sungguh luar biasa nikmat.
Pengelola warung ‘Umaeh Dewek’, Puji Fitriani mengatakan, ikan sungai Sapi dipasok oleh tukang jala dalam kondisi segar.  Ia tak mau menampung ikan dari penyetrum.  Sebab, kalau digoreng warna ikan hitam, rasanya juga tidak enak.
Puji kerap pula menerima pesanan dari penggemar ikan sungai Sapi. “Kadang ada  yang pesan  berikut nasi gaplek ditambah urap. Bagi sebagian orang, makan ikan sungai Sapi  dengan nasi gaplek dan sambal atau urap,  nikmatnya tak ada duanya. (Ruhito)
Tentang Penulis

Leave A Response