Razia Kabel Telpon Optik Di Cilongok Diwarnai protes

Meski mendapat protes aparat Satpol PP tetap menyita kabel Telkom (foto:mut/BNC)
Meski mendapat protes aparat Satpol PP tetap menyita kabel Telkom (foto:mut/BNC)
Kabel Telkom yang berada di jalan disegel petugas (foto:mut/BNC)
Kabel Telkom yang berada di jalan disegel petugas (foto:mut/BNC)

BANYUMAS-Aparat Satpol PP Purwokerto , Senin (14,12) siang melakukan razia terhadap aksi penggalian lubang untuk penanaman kabel telepon optik disepanjang jalur utama Cilongok. Selain tidak memiliki ijin, galian tanah dan material kabel yang berserakan disepanjang jalan telah mengganggu arus lalu lintas. Bahkan kerap menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. razia ini sempat diwarnai protes dari petugas proyek.

Puluhan petugas Satpol PP Purwokerto ini menyusuri jalan utama mulai dari kota Purwokerto hingga di perbatasan dengan Kabupaten Brebes. Mereka menemukan banyak tanah bekas galian yang berserakan dan menggangu arus lalu lintas.

“ Razia ini kami lakukan, selain karena tidak memiliki ijin, galian untuk menanam kabel optik milik Telkom ini benar benar telah menggangu arus alu lintas di jalur utama,” ujar Kasatpol PP Nungky HR.

Hal tersebut juga dibenarkan warga, sebab selama proyek penggalian tersebut kerap terjadi kecelakaan , karena pengendara berusaha mengindari gundukan tanah dan tumpukan material yang memakan badan jalan.

Di dekat pasar Cilongok ada pengendara motor yang meghindari gundukan tanah malah ketabrak kijang hingga tewas,” ujar Samingun (42) warga Cilongok.

Razia ini sempat diprotes oleh pihak pelaksana proyek. Mereka mendatangi aparat dan meminta agar razia dihentikan. Karena tidak mengantongi ijin, aparat akhirnya tetap menyita sejumlah alat penggalian seperti cangkul, kabel dan selongsongnya.  Aparat juga meminta pekerjaan penanaman kabel tersebut dihentikan (banyumasnews.com/mut).

2 Comments

  1. jane tah pekerjane sing pada ngawur,,lubang bekase jan ra patut d deleng…
    tapi neng jalan teyus…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*