40 Siswa SMP BM Ikuti ‘Hunting Tourist’

Ditulis 09 Feb 2014 - 17:36 oleh Yit BNC
: Para siswa SMP Santo Borromeus Purbalingga saat hunting tourist di Candi Borobudur dan jalan Malioboro Yogyakarta.

: Para siswa SMP Santo Borromeus Purbalingga saat hunting tourist di Candi Borobudur dan jalan Malioboro Yogyakarta.

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com) – Sebanyak 40 siswa SMP Santo Borromeus Purbalingga,Sabtu (9/2) mengikuti program hunting tourist (berburu turis) ke kompleks Candi Borrobudur Magelang dan sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Para siswa itu selama ini tergabung dalam ekstra kurikuler English club yang dibina guru Bahasa Inggris SMP Santo Borromeus .FS Aribroto, M.Pd.      Selama mengikuti hunting tourist itu, para siswa didampingi empat guru pendamping,yakni
FS Aribroto, Maya, Anggoro dan Sriyono.

“Kegiatan ini sebagai praktek pembelajaran berbahasa Inggris, dengan sasaran orang asing. Saya amati, kemampuan anak-anak sudah bagus dalam berbicara dengan orang asing,baik saat berada di Borobudur maupun di Mailoboro.Namun skill mereka masih  perlu ditingkatkan lagi,” ujar FS Aribroto ,kemarin.

Dari 40 anak yang mengikuti kegiatan tersebut, terbagi ke dalam empat kelompok. Masing-masing kelompok didampingi seorang guru pendamping.

Menurut Aribroto, setiap kelompok diwajibkan mencari turis asing untuk diajak ngobrol dalam bahasa inggris, dan direkam dengan handycam sebagai laporan .Dalam hal ini, kunjungan pertama ke Candi Borrobudur, kemudian dilanjutkan ke Jalan Malioboro Yogyakarta.

Saat di Candi Borrobudur,  kelompok 1 menemukan turis Perancis dengan logat perancis yang agak sulit dipahami oleh anak-anak. Namun dengan bantuan guru pendamping Aribroto, turis asing yang berbahasa Inggris dengan logat Perancis itu, bisa diatasi.

Demikian halnya kelompok 4 yang dibimbing Anggoro. Kelompok ini bertemu turis Australia yang kocak sehingga anak-anak sangat terhibur dan betah berlama-lama mengobrol.

“Saya senang bisa mengasah kemampuan saya berbahasa Inggris dalam kegiatan ini. Sungguh ini pengalaman yang sangat mengesankan,” ujar. Yuta, seorang siswa Klas 7 A.

Bahkan Yuta yang juga pintar berbahasa Mandarin, sempat ketemu dengan turis dari China di Jalan Malioboro, dan sempat diajak ngobrol dalam Bahasa Mandarin.

Saat berada di Jalan Malioboro itu para siswa tidak didampingi guru pendamping. Mereka dilepas,untuk mencari sendiri turis yang dikehendaki. (BNC/Tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response