Siswa SD dan PAUD Dikenalkan Pendidikan Berlalu Lintas

Ditulis 08 Feb 2014 - 15:23 oleh Yit BNC

polisi dan anak-anak1PURBALINGGA (BanyumasNewsw.Com)   – Mengenalkan rambu-rambu dan aturan lalu lintas kepada anak bukanlah sesuatu yang mudah. Karenanya berbagai cara dilakukan oleh unit pendidikan dan rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga agar anak-anak tertarik dan dapat dengan mudah menyimak.

Seperti yang dilakukan oleh Brigadir Desy Mutiara Putri, Brigadir Teguh Riyanto dan Brigadir Satu Rizki  Bintara unit (banit) Dikyasa Satlantas Polres Purbalingga di hadapan ratusan siswa SD Negeri 1 Darma dan PAUD AT Taqwa Kecamatan Kertanegara, Jum’at (7/2).

Siswa SD dan PAUD ini tampak tekun mendengarkan penjelasan petugas polisi dihadapan mereka. Mereka sedang diperkenalkan dengan gambar rambu-rambu lalu lintas yang biasa dijumpai di jalan raya.

Anak-anak ini juga diajak menonton tayangan tentang disiplin dan tata tertib jalan raya. Nah agar anak-anak mudah mengerti, mereka langsung dilibatkan untuk ikut memperagakan cara mengatur lalu lintas dan menyebrang jalan menggunakan zebra cros.

Brigadir Desi menjadi pemandunya, mengenalkan rambu-rambu lalu lintas. Tanya jawabpun dilontar oleh para Bintara unit ini.Meski kadang salah, anak-anak tampak bersemangat menjawab setiap pertanyataan yang tentang rambu lintas.

Brigadir Desi mengatakan, patuh berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini, melalui pendidikan sejak dini diharapkan akan dapat membentuk generasi muda patuh hukum, khususnya patuh berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Margono, SH, melalui Kanit Dikyasa Iptu Nur Susalait, SH menambahkan, pendidikan taat, dan patuh aturan berlalu lintas perlu dilakukan sejak dini.

“Pendidikan berlalu lintas sejak dini, akan sangat bermanfaat bagi generasi penerus bangsa kita ini, karena dengan mengetahui peraturan lalulintas. Tentunya, pelanggaran berlalu lintas akan dihindari,”tegasnya.

Untuk itu lanjut Nursusalit, upaya pendidikan dan sosialisasi rambu-rambu lalu lintas terus dilakukan. Setidaknya, dalam satu minggu kita lakukan pendidikan lalu-lintas dan pengenalan rambu-rambu lalu-lintas dilakukan terhadap siswa-siswi mulai TK, SD, SMP, SMA/ SMK hingga mahasiswa juga mendapatkan penjelasan dan sosialisasi aturan serta rambu-rambu lalu lintas.

Nursusalit menegaskan, tidak hanya anak-anak sekolah saja yang mendapatkan pendidikan berlalulintas tetapi organisasi mapun masyarakat umum atau non organisasi juga mendapatkan pula pendidikan lalulintas.

“Diharapkan melalui sosialisasi ini, pelajar dan masyarakat kita dapat mengetahui dan mematuhi peraturan berlalulintas dengan benar,”ungkapnya.

Pasalnya, dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, akan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.

Menurut Nursusalit, manfaat pendidikan lalulintas ini. Diantara nya, masyarakat atau anak didik kita akan patuh terhadap aturan lalulintas.

“Selain itu, melalui kegiatan pendidikan seperti ini, kesan angker petugas polisi dimata anak-anak dan masyarakat akan hilang,”ungkapnya. (BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response