Kopi Robusta Angkat Ekonomi Warga Desa Kubang

Ditulis 06 Feb 2014 - 18:04 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
265
Dalam Tag

kopi robusta1BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Perekonomian Warga Dusun Kecepit, Desa Kubang Kecamatan Wanayasa mulai terangkat, setelah mereka mampu memaksimalkan tanaman kopi robusta bantuan dari PT. Indonesia Power UBP Mrica melalui program CSR pada tahun 2009 lalu. Selain meningkatkan perekonomian warga. tanaman kopi di lahan seluas  seperempat hektar ini  sekaligus  sebagai penguat tanah agar tidak mudah longsor.

“Semula tanah  ini merupakan tanah kosong yang penuh dengan tanaman  kurang bermanfaat dan rimbun, melalui dana CSR dari PT. Indonesia Power UBP Mrica kami mendapatkan bantan bibit kopi sebanyak 20 ribu bibit pohon. Dua setengah tahun berikutnya kami sudah mulai memetik hasilnya,” kata Ali Mustofa Ketua Kelompok Tani Sidomulyo yang mengelola Perkebunan Kopi tersebut.

Kelompok Tani Sidamulya  yang memiliki 25 anggota membagi lahannya menjadi beberapa bidang , masing masing bidang setiap bulan mampu memanen kopi sebanyak 30 kg kering. Dan bila panen raya mampu menghasilkan kopi kering sebanyak 6 kwintal kopi.

Kelompok tani tersebut memasarkan hasil kopinya dengan harga bervariasi . Jika masih basah atau panen langsung jual mereka menjualnya seharga Rp. 4 ribu perkilogram. Harga tersebut naik menjadi Rp. 18 ribu  apabila di jual dalam bentuk kopi kering.

“Hasil penjualan Kopi kami bagi menjadi dua yaitu untuk pribadi petani anggota kelompok dan Kas Kelompok Tani, Alhamdulillah dari hasil panen kopi kami mampu meningkatkan perekonimian warga terutama anggota kelompok,” lanjut Ali.

Peningkatan ekonomi masyarakat Dusun Kecepit Desa Kubang terlihat jumlah anak-anak anggota kelompok tani yang bersekolah hingga ke bangku SLTA bahkan ada yang sampai ke perguruan tinggi.

PT. Indonesia Power UBP Mrica yang juga sebagai pembina kelompok sekolah lapangan (SL) tersebut juga memberikan bantuan beberapa  peralatan seperti, alat penyemprot hama, pengupas dan pengering kopi.

“Menurut rencana melalui CSR perusahan kami juga akan  memberikan alat pembuat bubuk kopi  dan alat packing, kami juga berharap kelompok tani yang kami bina ini mampu memunculkan produk kopinya ke pasaran lokal bahkan kalau bisa ke luar daerah,” kata General Manager PT. Indonesia Power Suparlan.

Sebagai pembina PT. Indonesia Power juga menerima laporan setiap tahun, selain bisa mengontrol perkembangnnya , pihak perusahaan juga bisa memberikan  pendampingan  bagi kemajuan kelompok tani binaannya itu.

Suparlan menambahkan selain di Desa Kubang , di Desa Leksana Kecamatan Karangkobar  juga dikembangkan kopi jenis yang sama, kedua desa tersebut masuk program sekolah lapang  (SL) I binaan PT.Indonesia Power UBP Mrica. Pengelolaan perkebunan kopi di Desa Leksana juga sama dengan pengelolaan di Desa Kubang.

“Untuk memperluas area konservasi, Perusahaan kami juga memberikan bantuan  kepada kelompok tani melalui program SL II dan dan SL III melalui CRS, kedua SL tersebut berada di Kecamatan Karangkobar yaitu di Desa Pegerpelah , Jlegong, Susukan dan Karangkondang yang masuk SL II, sedangkan SL III meliputi Desa Dawuhan,Paweden, Ratamba dan Desa Tlahap dengan luas area keseluruhan seluas 90,5 hektar, semua kelompok tani anggota SL mendapat perlakuan dan bantuan yang sama,kami berharap kelompok tani tersebut terus berkembang ,” lanjut Suparlan.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo saat mengunjungi perkebunan tersebut beberapa waktu lalu mengatakan, Banjarnegara terutama wilayah utara merupakan daerah yang rawan akan bencana longsor, sehingga  diwilayah tersebut perlu  adanya konservasi yang terprogram.

“Selain memberikan manfaat bagi lingkungan konservasi hendaknya juga membawa dampak secara ekonomi bagi masyarakat, seperti tanaman kopi yang mampu memberikan manfaat ganda, yaitu konservasi dan ekonomi,” kata Bupati.(BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response