Kualitas SDM, Kunci Hadapi Bonus Demografi

Ditulis 05 Feb 2014 - 18:08 oleh Yit BNC

BANJARNEGARA (BanyumasNews.Com) – Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi di tahun 2020-2030, dimana penduduk usia produktif sangat besar sementara penduduk usia muda semakin kecil. Di sisi lain, penduduk usia lanjut belum banyak. Ancaman terbesar dari kondisi ini adalah pengangguran. Demikian Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si. saat memimpin apel pagi di lapangan STM Panca Bhakti.

Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya berharap kepada semua civitas akademika STM Panca Bhakti untuk serius mempersiapkan diri sebab masa tersebut nantinya akan menjadi milik generasi muda.

“Bila tidak siap-siap sejak kini, saya khawatir di saat persaingan semakin ketat, anak-anak kita justru tidak dapat ambil peran di dalamnya karena tidak cukup bekal” katanya.

Salah satu kunci menghadap masa tersebut, lanjutnya, adalah peningkatan kualitas SDM. Dimana upaya peningkatan kualitas SDM, lanjutnya, ditempuh melalui pendidikan. Karena itu, sambungnya, STM Panca Bhakti yang sudah dikenal bermutu bagus dan lulusannya juga banyak diserap lapangan kerja jangan sampai terlena. Sebab persaingan di dunia kerja nantinya, imbuhnya, tidak hanya datang dari dalam negeri namun juga dari tenaga kerja asing.

“Kata kunci dari masalah ini adalah peningkatan kualitas SDM. Peningkatan SDM tidak akan terjadi kalau kita tidak disiplin dan kerja keras. Karena itu mulai sekarang saya minta anak-anak kelas III utamanya untuk konsentrasi pada belajar. Pikiran focus pada pelajaran” katanya.

Kalau kita serius, lanjutnya, mulai sekarang, matikan facebook. Termasuk segala macam game. Namun Olah Raga dan Seni boleh terus berjalan, sebab kita ingin mempunyai generasi dengan prestasi bagus namun andal di bidang Olah raga dan seni.

“Akademik, hebat. Olah raga tangguh. Dan seni terampil” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup memberikan kesempatan dialog dengan siswa. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Monica Pamela kelas X yang mempertanyakan tentang jalan dan Eko Santoso kelas XII yang bertanya tentang pengembangan pariwisata.

Kepala Sekolah Agus Supartono, SH, ST, MM, mengatakan STM Panca Bhakti mempunyai cara sendiri dalam menghadapi kerasnya persaingan di dunia kerja. Salah satu caranya, sambungnya, adalah dengan mempersiapkan mental siswa sejak dini dengan cara menerapkan budaya 5 R. Budaya 5 R ini singkatan dari Resik, Ringkas, Rapi, Rawat, dan Rajin.

“Budaya 5 R ini merupakan adaptasi dari apa yang diterapkan oleh bangsa Jepang di sekolah-sekolah mereka. Sejak dini, siswa disiapkan dengan budaya yang dituntut oleh Industri yaitu Resik, Ringkas, Rapi, Rawat, dan Rajin. Sehingga, selepas dari sekolah mereka betul-betul telah siap memasuki dunia kerja” katanya.

Untuk mempelopori budaya 5R ini, lanjutnya, dipakai strategi melakukan pelatihan terhadap siswa-siswa anggota ekstrakurikuler terlebih dahulu seperti anggota OSIS, Peleton Inti, Pramuka, dan seterusnya.

“Mereka merupakan motor dari penerapan budaya ini. Dari merekalah harapan kita budaya ini menjadi budaya siswa-siswi STM Panca Bhakti” katanya.

Selain itu, lanjutnya, sekolahnya yang memiliki lima program keahlian yaitu Teknik Gambar Bangunan, Teknik Elektronika Industri, Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, dan Teknik Komputer Jaringan, senantiasa menjalin kerjasama dengan industry. Dua kali setiap tahun, lanjutnya, sekolahnya yang ditunjuk menjadi Koordinator Bursa kerja khusus (BKK) mengadakan perekrutan tenaga kerja yang akan diperkerjakan di Perusahaan Internasional Fukusuke Kogaya Jepang di Indonesia.

“Seleksi tersebut utamanya diperuntukan bagi semua Lulusan SMK maupun SMA yang baru lulus. Seleksi akan dilakukan pada bulan Mei 2014, namun pendaftaran telah dimulai sejak 1 – 31 Februari 2014. Penerimaan kurang lebih 78 orang calon tenaga kerja. Nantinya, mereka akan dipekerjakan di perusahaan Fukusuke sebagai karyawan bukan outsourcing, dan sekaligus mempunyai jenjang karir yang bagus” katanya. BNC/Tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response