Kecelakaan Lalu Lintas Banyak Dialami Anak-anak

Ditulis 03 Feb 2014 - 18:02 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hokum Polres Purbalingga, banyak yang dialami oleh anak-anak sebagai korban. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kecelakaan. Pertama, faktor manusia, anak-anak SD, SMP sekarang sudah banyak yang naik motor.

“Ada yang mengendarai motor sambil sms-an, sambil ngalamun, sambil ngobrol. Tau-tau di depan ada kendaraan lain, bres tabrakan,” kata Kapolsek Kemangkon AKP Suharsono saat menjadi pembina upacara di SDN 1 Jetis, Kecamatan Kemangkon, Senin (3/2).

Dikatakan Harsono, faktor lain yang menyebabkan kecelakaan adalah kondisi kendaraan yang tidak laik jalan seperti lampu utama mati, lampu sein mati, rem blong dan tidak ada kaca spion. Berikutnya adalah faktor alam, bencana. Faktor terakhir adalah kondisi jalan yang tidak baik seperti bergelombang dan berlubang.

Selain itu, Kapolsek meminta kepada para siswa untuk tidak pernah mengendarai sepeda motor sendiri. Jika hendak sekolah, lebih baik meminta untuk diantar oleh orang tua.  “Jika anak-anak dibiarkan membawa motor sendiri, sama saja orang tua memerintahkan anak bunuh diri. Gunakan helm, motor lampu dinyalakan, mbonceng bapak ibu,” katanya.

Selain itu, Kapolsek berpesan kepada siswa untuk wajib membaca setiap hari dan jangan menjadi anak yang sombong.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Jetis, Rohyadi mengatakan, sekolah sudah memprogramkan polisi sahabat anak. Pihaknya juga sudah mengajukan prosposal untuk membuat rambu-rambu lalu lintas di jalan provinsi di depan sekolah. Proposal itu diajukan ke bupati tembusan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo), Dinas Pendidikan (Dindik) dan Polres Purbalingga, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

“Jadi mohon, tolong agar rambu di depan sekolah bisa segera direalisasikan. Sehingga siswa, guru maupun tamu yang menyeberang jalan tidak terlalu khawatir karena adanya rambu lalu lintas itu,” katanya. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response