Soal Cawabup, PDIP Tunggu Rekomendasi DPP

Ditulis 03 Feb 2014 - 17:43 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
81
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Purbalingga, Tasdi menegaskan, pihaknya masih menunggu rekomendasi DPP soal nama yang akan diajukan menjadi calon wakil bupati (wabup) Purbalingga.

“Sudah diajukan ke pusat. Hingga saat ini belum ada rekomendasi dari DPP, kami masih menunggu,” kata Tasdi, Senin (3/2).

Penegasan Tasdi sekaligus menjawab soal banyak nama yang bermunculan dari internal PDIP maupun dari eksternal. Tasdi menambahkan, pihaknya telah menggodok nama-nama tersebut untuk mencari figur yang paling baik untuk menduduki jabatan tersebut.

Menurutnya, PDIP memiliki hak lebih dalam menentukan cawabup. Pasalnya partai berlambang banteng itulah yang mengusung pasangan Heru Sudjatmoko-Sukento Rido Marhaendrianto saat pilbup 2010 lalu. Adapun partai lainnya yaitu, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru ikut bergabung mendukung.

Figur yang dicari tersebut,  lanjutnya, harus bisa diterima oleh partai koalisi yaitu juga partai lain yang duduk di DPRD. “Sebab, baik partai koalisi maupun partai nonkoalisi di DPRD juga menentukan siapa yang akan menjadi wabup nanti,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah dia akan maju menjadi cawabup, secara diplomatis, Tasdi mengatakan menunggu instruksi dari pusat. Seandainya DPP merekomendasi dirinya, ia akan maju dan sebaliknya.

“Sebagai kader partai, saya manut apa kata pimpinan. Ditempatkan di legislatif ya sudah biasa, ditempatkan di eksekutif ya siap, diminta hanya ngurusi partai saja ya siap. Jadi kader tidak boleh meminta jabatan, tapi dibuktikan dengan kinerja,” katanya.

Soal calon dari eksternal, Tasdi menegaskan, hingga saat ini belum satu pun yang mendaftarkan diri ke DPC. Sebab, DPC sendiri tidak membuka pedaftaran, karena pemilihan cawabup dilakukan secara tertutup.

Seperti diketahui jabatan Wabup Purbalingga kosong setelah Sukento Rido Marhaendrianto dilantik sebagai bupati. Jabatan bupati juga kosong setelah Heru Sudjatmoko dilantik sebagai wagub Jateng periode 2013-2018. Sebelumnya Heru Sudjatmoko dan Sukento Ridho Marhaendrianto menang Pilkada tahun 2010 diusung oleh PDIP bersama tiga parpol pendukung, masing-masing PAN, PKB dan PKS.

Sejauh ini nama-nama muncul ke permukaan soal siapa yang akan mengisi posisi cawabup tersebut. Dari internal PDIP santer terdengar dua nama yaitu Ketua DPC Tasdi dan Bendahara DPC, Ambar Budi Yuwono. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response