Sop Buntut Bu Roji GOR Satria…Wow..Mantap !

Ditulis 03 Feb 2014 - 08:01 oleh Nanang BNC
Wow...sop buntut bu roji, benar-benar menggoda selera (foto;prs)

Wow…sop buntut bu roji, benar-benar menggoda selera (foto;prs)

ANDA penggemar sop buntut? Cobalah jika menyusuri Jalan Prof Dr Suharso -kompleks GOR Satria, Purwokerto, sempatkan mampir ke warung makan sop buntut Bu Roji.

Warung makan sangat sederhana yang dindingnya terbuat dari kayu bercat hijau itu, tepatnya berada  sebelah timur SDN 1 Purwokerto Lor.
Ruangan yang bernuansa tradisional (foto:pras)

Ruangan yang bernuansa tradisional (foto:pras)

Dari jalan raya, warung itu tak terlihat jelas, karena tertutup pagar tembok. Untuk masuk ke dalam warung itu, kita harus melewati pintu rumah dinas SDN 1 Purwokerto Lor.
Bagi yang membawa sepeda motor, kendaraan bisa diparkir di depan warung. Sedangkan bagi yang bawa mobil, diparkir di jalan raya, dan kita harus jalan kaki sekitar 20 meter untuk
menuju ke warung makan itu.
Sajian utama di warung itu adalah  sop buntut yang memang sudah melegenda.
” Kami berusaha memesan seporsi sop buntut. Kurang lebih 10 menit, pesanan datang. Dan aromanya ..wow…..!. Di semangkuk sop buntut yang sudah tersaji, dan sepiring
nasi di sebelahnya, nafsu makan kami langsung muncul.”  ujar Setyo, penggemar sop.
Penyajian sopnya unik. Dagingnya diikat tali dari bambu dengan ukuran yang cukup besar.
Warung sop ini berada di depan GOR Satria Purwokerto (foto:prs)

Warung sop ini berada di depan GOR Satria Purwokerto (foto:prs)

Warnanya yang cokelat kemerahan begitu menggoda. Dan bumbu-bumbunya terasa sekali, seperti gorengan bawang merah, merica, daun bawang, seledri , irisan wortel, tomat dan sebagainya.
Saat ini, harga seporsi sop buntut di warung Bu Roji  berikut sepiring nasi Rp 23 ribu.
Menurut Artiyah (35), pekerja di warung sop buntut itu, warung ini berdiri sejak tahun 1982. Sebelumnya, berada di belakang Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto, dikelola langsung oleh Bu Roji dan suaminya.
Namun pada tahun 2001, warung itu pindah ke kompleks GOR Satria hingga sekarang. Dan Bu Roji maupun suaminya kini telah tiada, sehingga warung itu diteruskan oleh saudaranya,
Joko Haryono, yang juga karyawan Kejaksaan Negeri Purwokerto.
“Kami buka sejak jam 09.00 hingga 16.00 WIB,”  ujar Artiyah.
Menurut Artiyah, pihaknya masih mengandalkan cara tradisional untuk memasak sop, yakni tungku tradisional, bukan dengan  kompor gas. Dan Artiyah memilih daging sapi yang berkualitas untuk menghasilkan rasa sop buntut yang… woww……..! (prasetyo)
Tentang Penulis

Leave A Response