Sokaraja Mbigar digelar mulai 24 Desember

Ditulis 08 Des 2009 - 19:34 oleh Banyumas1

SOKARAJA – Komunitas KieBAE (Kie Banyumas Art Event) dan komunitas perupa Sokaraja yang tergabung dalam KUAS, akan mengadakan event bertajuk “Sokaraja Mbigar”, 24 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010.

Kegiatan akan berpusat di pendopo kecamatan Sokaraja (eks kawedanan), dengan menampilkan aneka karya seniman Banyumas dan daerah lain berupa pameran rupa (batik, lukisan, dan instalasi, pertunjukan teater dan musik komunitas, pemutaran film dan diskusi seni serta orasi kebudayaan.

Syaikhul Irfan, pegiat seni KieBAE, selaku koordinator event budaya ini mengatakan, Sokaraja Mbigar akan menjadi titik semangat baru para seniman muda dalam menggelar kegiatan seni secara tahunan. Ini mengingat potensi besar di daerah penghasil benyak karya cipta rupa, baik itu perupa lukisan, batik, maupun perupa lainnya.

Di bidang musik, ada beberapa musisi yang hijrah ke tempat yang lebih memberi iklim berkesenian tinggi, sebut saja Solo, Yogja dan Jakarta . Demikian juga para seniman pertunjukan, baik modern maupun tradisional, kini menyebar kemana-mana demi menjaga eksistensi kesenimanannya.

Mengapa Sokaraja? Menurut Syaikhul Irfan yang akrab dipanggil I’ank, Sokaraja dapat menjadi titik konsentrasi dalam mengangkat iklim berkesenian di Banyumas. Karena, minimal, Sokaraja mewarisi satu sejarah monumental ketika derah ini menjadi sentra lukisan di era 70-an silam yang menjadikan Sokaraja sebagai galeri terpanjang di Asia Tenggara pada saat itu. Pengrajin batik Banyumasan, terbanyak ada di Sokaraja. Demikian pun beberapa tradisi Banyumas juga terjaga di Sokaraja.

Keunggulan lain Sokaraja adalah letak geografis yang strategis, karena menjadi pintu gerbang masuk ke kota Purwokerto dari arah Semarang , Pekalongan (dari jalur utara), dan dari Jogja, Solo dan Surabaya (dari arah selatan). Sokaraja juga terkenal dengan kulinernya, dimana soto Sokaraja sangat dikenal, di samping ‘gethuk goreng’ tentunya. “Akan terasa lebih hidup dan indah ketika kebangkitan para seniman lukis Sokaraja meramaikan daerahnya kembali”, lanjut I’ank.

Melalui Sokaraja Mbigar ini, pegiat seni Sokaraja ingin menjadi representasi kemampuan Sokaraja dalam artian Sokaraja bisa seperti kota–kota yang lebih dulu eksis berkonsentrasi dalam kesenian dan kebudayaan.

Di tengah semakin jarangnya ajang berkesenian, Sokaraja Mbigar dapat menepis anggapan pudarnya semangat berkesenian di Banyumas. Bagi Sokaraja sendiri, dan Banyumas pada umumnya, yang kini berkembang juga sebagai kota pasar dengan geliat ekonomi yang tinggi, yang ditandai dengan berdirinya pusat-pusat belanja modern, event Sokaraja Mbigar diharapkan akan menjadi penyeimbang dari sisi cultural.

Pagelaran akhir tahun yang bertajuk Sokaraja Mbigar dapat merupakan serentetan gerakan kultural untuk berbagi kegembiraan dan kesenangan di tengah gerakan kultural masyarakat yang saat ini terus melemah dan menipis.

JADWAL KEGIATAN

Opening event:

Pendopo Kecamatan Sokaraja
Kamis 24 Desember 2009 pukul 19.00-selesai
Orasi Budaya oleh Ahmad Tohari ( Budayawan Banyumas )

Pameran rupa:
Halaman Pendopo Kecamatan Sokaraja
Kamis 24 Desember 2009 – 02 Januari 2010
Pukul 10.00-24.00 WIB

Pertunjukan Teater:
25 Desember 2009: Teater Perisai (UMP)
Ananing Sokaraja karya Bocahan
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

26 Desember 2009: Teater Tanam Indonesia (Pemalang)
Titik Balik karya Djacky WS (Sebentuk Kegelisahan Ketika Manusia Berada di Persimpangan karena Saat Pilihan Menentukan Langkah Selanjutnya)
Tempat: Pendopo, pukul 20.00-selesai

28 Desember 2009: Teater teksas (Sastra Unsoed)
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

29 Desember 2009: Teater Parkir (Indokom)
Garising Kodrat Naskah dan Sutradara Hermawan Agus TP
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

30 Desember 2009: Teater Asal (Bengkel Zeni Pertanian Unsoed)
Alamaaa………kk!! Naskah adaptasi karya Ivan Asal Petot, Sutradara Sela (Tentang Sekelompok Orang yang Perduli tentang Keamanan Lingkukngannya)
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

01 Januari 2010: Teater Corak (Peternakan UNSOED)
Mboh karya dan Sutradara Lupus
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

02 Januari 2010: UKMS (Unwiku)
Orang-orang Tersingkir karya NH Bowo Leksono
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

Musik:
27 Desember 2009: Soul Saver (purwokerto)
(Indie Music Purwokerto)

28 Desember 2009: Kamu Ajo (Purbalingga)
(musikalisasi puisi)
Tempat: Pendopo, setelah pertunjukkan teater.

29 Desember 2009: music jalanan (purwokerto)
(Song Struggle)
Tempat: Pendopo, setelah pertunjukkan teater.

Film:
30 Desember 2009: Pemutaran film Indie JKFB
Tempat: Pendopo, setelah pertunjukkan teater.

Diskusi
24 Desember 2009: Diskusi Seni Rupa
Pembicara: Kun Endarto (kurator seni rupa tinggal di Yogyakarta), Hadi Wijaya (perupa Purwokerto),
Dimas (Central Cultur Prancis Jakarta); Moderator: Mursalin SSn. (pematung dan penggiat teater Purwokerto)
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

27 Desember 2009: Diskusi Teater
Memperkarakan dokumentasi teater di Banyumas bersama?
Pembicara: Drs Edi Romadhon (penggiat teater)
Rengganis (mahasiswa FISIP UNSOED)
Sigit Harsanto ( Wartawan Suara Merdeka)
Moderator: Azis Beranda Budaya
Tempat: Pendopo pukul 20.00-selesai

(BNC/phd)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Manunggal K. Wardaya 01/01/2010 pukul 19:37 -

    Selamat dan sukses untuk acara ini, terkhusus pada panitia dan para pengisinya. Semoga bisa menjadi agenda rutin.

  2. Benter Tajum 11/12/2009 pukul 10:59 -

    jemblungan mbok ? kudune ana benta bentine nek nang parakan kracak ana seni maca ndadah tembang sinom, mocopat, gambuh.

  3. wilotix parakan deog 09/12/2009 pukul 10:21 -

    mbigar ya mbigar ming aja kebablasen mengko laka sing nyengkek pada wuru !

  4. Rob Rob Gunawan 08/12/2009 pukul 22:09 -

    Iya bener juga yoh, nganti kayong arep mutah weruh kue kue bae. Apamaning jere ana sing arep pentas ning luar negeri. Olih nggolet dana sabet sana sabet sini. Kabeh pejabat dipereti. Jebule keseniane anu ora mutu babar blas. Apa kae jenenge kelompok musik genjringcrek apa apa kae. Ujarkutah mbokan monumental, jebule anu musik cabut sana cabut sini tiru sana tiru sini. Ora mewakili banyumas babarblas. Jan mendingan kyeh pada Ronggengan karo Pak Ahmad Tohari. Kepriwe carane supaya ronggeng sing novele wis internasional bisa Ronggeng Dukuh Paruk Go Internasional. Itu baru seniman beneran. Ora mung nggoleti duit nggo populere dewek tok

  5. wied yojo 08/12/2009 pukul 22:02 -

    Banyumas lah kalau ada acara sastra film dan teater terkesan orangnya itu itu saja. Padahal banyak selain mereka yang lebih bagus. Terbukti banyak teman saya asal Banyumas di IKJ atau Sastra UGM yang mumpuni. Aktivis sastra dan teater Unsoed sungguh banyak yang lebih bagus dari mereka. Mereka cuma sering nonton diskusi dan ketawa ketiwi. Ternyata hanya sebatas itu kemampuan orang teater , film dan sastra di Banyumas. Mungkin panitianya yang KUPER nopo nggih, taunya cuma itu itu doank. Kalau seni lukis saya salut. Banyak tokoh baru bermunculan. Hidup hiduplah lukis di Banyumas, Kang Wijaya sangat ‘ngemong’ dengan generasi mudanya. Senimane aja wong kakek kakek bae sing diajokna, wis ketinggalan sepur. Sing enom jebule pinter be akeh

  6. kang slamet 08/12/2009 pukul 19:53 -

    ayuh pada ngramekna acara budaya kie… salut nggo nom-noman Sokaraja sing kiyeng nganakna pameran lan pertunjukan kesenian. Mbiyen Sokaraja terkenal lukisan pemandangane… siki ayuh pada gawe kesenian sing lewih apik, ning lukisan pemandangan aja ditinggal yah…

Leave A Response