Demo Bonek di Depan Hotel Shangri-La Resahkan Tamu dan Pengunjung Apartemen

Ditulis 26 Jan 2014 - 17:05 oleh Joko Pujakesuma

demo bonek persebaya 1927

SURABAYA (BanyumasNews.com) – Demonstrasi besar-besaran yang digelar bonek, fan suporter Persebaya 1927, di depan Hotel Shangri-La yang menjadi lokasi Kongres Tahunan PSSI tak hanya merepotkan petugas kepolisian.

Besarnya massa yang berkumpul di jalan-jalan sekitar Hotel Shangri-La membuat akses menuju mal dan apartemen di daerah tersebut terganggu. Tamu dan pengunjung pun dibuat resah karena tak bisa keluar-masuk dengan lancar.

Para penghuni apartemen Java Paragon menjadi yang paling dirugikan. Letak apartemen yang tepat di seberang Hotel Shangri-La membuat tamu terpaksa berjalan kaki sejauh 500 meter hingga Bundaran Satelit karena taksi tidak bisa melewati Jl. Mayjen Sungkono.

Para tamu yang sebagian besar merupakan pebisnis dan eksekutif harus mengejar jadwal penerbangan pesawat dan keberangkatan kereta. Diblokirnya Jl. Mayjen Sungkono tentu bisa menghambat mereka menuju bandara dan stasiun.

Pengelola Java Paragon sebenarnya punya armada shuttle yang biasa mengantar-jemput tamu. Namun seluruh armada saat itu sudah keluar semua dan tak bisa balik lagi ke apartemen karena Jl. Mayjen Sungkono dipenuhi bonek.

Pengunjung Mal Ciputra World yang berlokasi di jalan yang sama juga merasa terganggu oleh ulah bonek. Akibat pemblokiran jalan tersebut, para pengunjung mal terjebak kemacetan. Calon pengunjung yang hendak menuju mal tidak bisa masuk, sedangkan pengunjung yang hendak pulang kesulitan keluar.

“Kami bisa masuk mal tapi harus terjebak macet lama. Demo boleh tapi jangan merugikan yang lain,” demikian gerutu salah satu pengunjung mal kepada wartawan.

Tentang Penulis

Leave A Response