Purbalingga Krisis Guru PAI

Ditulis 23 Jan 2014 - 17:33 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.com)  – Bedasarkan data dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Dinas Pendidikan,  Kabupaten Purbalingga lima tahun kedepan akan terjadi kekurangan guru sebesar 55,23 % atau sebesar 206 orang guru PAI memasuki masa pensiun pada tahun 2019.

Kabid Tenaga pendidik dan kependidikan Dinas Pendidikan Purbalingga, Ashari  mengatakan kekurangan guru PAI ini juga akan ditambah dengan pensiunnya guru kelas sejumlah 263 guru, 10 guru penjaskes sehingga total pensiun guru sebanyak 479 guru (14%), untuk guru SMP sebanyak 66 guru 7(%)

“Apabila hal ini dibiarkan tidak ada pengangkatan guru PNS maka Purbalingga akan terjadi krisis guru pada 5 tahun yang akan datang” kata Ashari pada saat Konsultasi Publik program penataan dan pemerataan guru di Ruang Rapat Bupat, Kamis (23/1).

Sedangkan pada tahun 2013 berdasarkan analisis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan (KTSP) Purbalingga lanjut Ashari masih terjadi kekurangan Guru.  Yaitu 45 guru kelas, 26 guru penjaskes, 66 guru PAI, dan 29 guru SMP.

Menurut Kabid Pengembangan dan diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Wahyu Prasetiyono  mengatakan terjadinya kekurangan guru juga dikarenakan adanya guru yang diangkat sebagai pejabat struktural. Dan adanya kepala desa yang berasal dari guru setelah masa bakti selesai dari kepala desa tidak mau kembali menjadi guru, namun memilih bertugas di kantor.

“Selain itu juga adanya mutasi guru ke luar Purbalingga. Setiap tahun ada 5 s/d 10 orang guru pindah keluar Purbalingga, ” kata Wahyu

Untuk mengatasi kekurangan tersebut USAID merancang kebijakan penataan dan pemerataan guru dengan 4 alternatif kebijakan yang pertama regruping SDN yakni menggabungkan 2 atau lebih SD menjadi  satu sekolah. Kedua dengan pemberdayaan Guru Non PNS dengan memberikan penghargaan yang layak. Ketiga model pembelajaran Multi Grade yaitu seorang guru mengajar dua kelas dengan tingkat yang berbeda dan yang terakhir adalah Rekruitmen Guru baru.

Konsultasi Publik ini di pandu oleh Sarjono Kasi di Dinas Pendidikan Purbalingga, yang di ikuti oleh pendamping dari UNY, Bappeda, BKBBP, unsur media, Dewan Pendidikan, Kepala sekolah dan Unsur pendidikan lainnya. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response