Warga di kaki Gunung Slamet mulai kekurangan air bersih

Ditulis 15 Jul 2009 - 23:26 oleh Sista BNC

Memasuki awal musim kemarau, sejumlah warga di daerah sulit air seperti Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja mulai berebut air. Hal itu terjadi karena debit mata air yang ada di wilayah itu semakin mengecil. Warga juga mulai resah karena pembangunan jaringan pipa PDAM untuk wilayah Serang hingga saat ini belum rampung.
Kades Serang, Sugito, mengatakan sudah hampir setengah bulan ini tidak ada hujan yang turun di wilayahnya. Akibatnya, debit mata air di wilayah Serang menjadi mengecil. Warga merasa semakin sulit mendapatkan air bersih. Pasalnya, mata air Sikopyah yang berada di Dukuh Kaliurip saat ini sudah dikelola PDAM Purbalingga.
“Tidak semua warga di Serang ini mampu mendaftarkan diri sebagai pelanggan PDAM. Karena itu kami meminta agar mata air di wilayah Kaliurip itu disisakan untuk warga miskin dan kebutuhan pertanian,” kata Sugito.
Karena mata air yang tersisa tersebut sangat kecil, warga mulai berebut mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sekitar 400 KK yang telah mendaftar sebagai pelanggan jaringan pipa sikopyah juga belum bisa menikmati air bersih. Sebanyak 250-an KK yang tidak mendaftar sebagai pelanggan karena ketuidakmampuan ekonominya juga sudah mulai resah karena terancam tak mendapatkan air bersih. “Kami berharap, pembangunan jaringan pipa dari tuk Sikopyah hingga ke rumah warga itu bisa dipercepat agar tidak terjadi konflik internal di masyarakat,” harap Sugito.(banyumasnews.com/pyt)

Tentang Penulis

Leave A Response