Delapan Nilai Kehidupan untuk Dongkrak Kinerja Dindik

Ditulis 22 Jan 2014 - 17:44 oleh Yit BNC

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Bupati Purbalingga Sukento Marhaendrianto mengajak kepada seluruh kepala sekolah SMA/SMK se kabupaten Purbalingga dan seluruh keluarga pendidikian  untuk segera bangkit dan bersama sama mendongkrak imej  serta meingkatkan kinerja dunia pendidikan pada awal tahun 2014.

Bupati Purbalingga mengatakan untuk mendongkrak kinerja dinas pendidikan harus mempunyai trus, intergritas, dan profesionalitas. Dinas pendidikan harus segera bangkit, berbenah dengan mengedepankan pendidikan karakter dengan menerapkan delapan score value live atau lebih dikenal dengan istilah delapan nilai kehidupan.

“Yaitu proaktif, mempunyai tujuan akhir, membangun prioritas, berfikir untuk menang. Mengerti terhadap diri sendiri, bisa mengerti pada orang lain juga, paham kepada anak buah serta berkarakter yang kuat” jelas Sukento pada saat memberikan pengarahan diskusi Kepala Sekolah SMA/SMK se Kabupaten Purbalingga Selasa (21/1)

Sukento menandaskan 8 nilai kehidupan ini agar menjadi pijakan sekaligus diterapkan di dinas pendidikan. Diknas sebagai  dinas terbesar di Purbalingga harus menjadi zona integritas, zona zero koruption dan mengedepankan terhadap nilai-nilai kejujuran.

Menurut Jiah Palupi Trihandartati, sekretaris Dinas Pendidikan Purbalinga untuk mewujudkan zero corruption. Diknas sudah melakukan beberapa program salah satunya adalah pembelajaran budaya lewat ekstra kurikuler dan pembiasaan budaya terhadap para siswa.

“Pembelajaran budaya seperti ektrakurikuler pramuka, PMR dan upacara bendera serta ekstra kurikuler lainnya. Pembiasaan budaya adanya kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, misalkan jumat pertama kerja bhakti, jumat kedua olah raga jumat ketiga ceramah kesehatan jumat keempat pengajian. Kemudian ada sekolahan yang bekerjasama dengan battalion 406  hal ini dalam rangka membentuuk karakter yang sesungguhnya” kata Jiah Palupi

Selain program pembelajaran pada siswa juga meningkatakan kompetensi tenaga pendidik dengan melakukan penilaia kinerja guru yang akan dilaksanakan pada bulan Mei-Juni. Sedangkan untuk penilaian pada Tahun 2013 masih menggunakan DP3 dari Kepala Sekolah dan supervisi dari pengawas.

“Secara umum dengan adanya sertifikasi ada peningkatan kulitas tenaga pendidik karena mereka akan memepertahan sertifikasinya itu. Walaupun secara pandangan umum kelihatan biasa-bisa saja. Saya merasa tetap ada perubahan” kata Jiah Palupi

Untuk mendukung program Bupati lanjut Jiah Palupi diknas sedang melakukan sinkronisasi urian kerja masing-masing bidang, yang nantinya akan menjadi sasaran kerja pegawai (SKP). Harapannya tangal 31 Januari  SPK sudah bisa ditandatangani oleh maisng – masing pegawai.

Harapan kedepan Diknas bisa meningkatkan prestasi baik di bidang akadenik mapun non akademik, peningkatan mutu tenaga pendidik, dan dinas pendidikan sebagai zona intregritas serta sukses melaksanakan kurikulum tahun 2013 yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Terkait kendala kurikulum tahun 2013 tentang buku paket untuk SMK/SMA dan pelatihan guru sudah bisa terpenuhi, karena pemerintah pusat sudah berjanji awal 2014 sudah bisa di wujudkan, baik buku pegangan guru, buku siswa serta video pembelajaran” pungkas Jiah Palupi

Pada ahir diskusi ini juga masing-masing kepala Sekolah diberikan secarik kertas untuk menuangkan gagasan dan masukan kepada Bupati sebagai bahan pertimbangan kebijakan pendidikan di Purbalingga. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response