Trisnanto Menolak Jadi Cawabup

Ditulis 21 Jan 2014 - 19:25 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
146
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga, Trisnanto Sri Hutomo mengaku tidak tertarik mengikuti bursa pemilihan wakil bupati Purbalingga. Faktor usia menjadi salah satu alasannya.

“Saya sudah tidak muda lagi. Keluarga juga tidak setuju saya menjadi wakil Bupati,” kata Trisnanto, kemarin.

Bersama sejumlah nama lain, Trisnanto yang pernah menjabat anggota DPRD Provinsi Jateng itu disebut-sebut sebagai kandidat calon wakil bupati dari internal partai berlambang banteng moncong putih itu. Nama lain, yakni HR Bambang Irawan (Ketua PAC Bojongsari), HM Ichwan (Sekretaris DPC PDIP), Ambar Budi Yuwono (Bendahara DPC PDIP). Sedangkan dari eksternal partai, muncul nama Imam Subijakto (Sekda), Ngudiarto (Kepala Dinsosnakertrans), Sidik Purwanto (Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah).

Ketua DPC PDI Perjuangan, Tasdi SH MM menuturkan, terkait pengisian calon wabup, partai yang dipimpinnya tengah melakukan konsolidasi dengan tiga parpol lainnya, yakni PAN, PKS dan PKB. Pada pemilihan bupati Purbalingga, PDI Perjuangan mengusung pasangan Drs Heru Sudjatmoko MSi – Drs Sukento Rido Marhaendrianto MM. Ketiga partai itu yang tidak bisa mencalonkan pasangan bupati dan wakil bupati sendiri, ‘ikut’ mendukung pasangan yang diusung PDI Perjuangan.

“Mengenai keinginan dari kader PDIP agar cawabup harus berasal dari internal itu wajar. Saya mengikuti saja proses politik yang masih berlangsung,” ujarnya.
Tasdi yang juga Ketua DPRD Purbalingga menyebutkan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005, proses pengisian Wabup maksimal dilaksanakan 18 bulan sebelum masa jabatan bupati dan wabup usai. Prosesnya dilaksanakan di DPRD. Mulai dari pengusulan dua nama cawabup serta pelantikannya.  “Semuanya dilaksanakan dalam rapat paripurna dewan,” ujarnya.  (BNC/tgr)

 

Tentang Penulis

Leave A Response