Terapkan Pola Kluster, GNOTA Kecamatan Mulai Berkembang

Ditulis 19 Jan 2014 - 18:05 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
142
Dalam Tag

PURBALINGGA (BanyumasNews.Com)  – Pola kluster yang diterapkan pengurus Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Kabupaten Purbalingga dalam peghimpunan dan penyaluran dana GNOTA, mulai menampakan hasil positif. Pola ini memberikan kepercayaan lebih besar dari para orang tua asuh. Karena mereka dapat menyalurkan dananya kepada siswa pilihannya sendiri.

Hal ini disampaikan Ketua I GNOTA Kabupaten Purbalingga Drs Subeno SE MSi saat mewakili bupati menghadiri penyaluran dana GNOTA Kecamatan Bojongsari di halaman kecamatan setempat, Sabtu (18/1).

Pada kesempatan ini, GNOTA Kecamatan Bojongsari berhasil menyalurkan dana orang tua asuh untuk 271 siswa SD/MI, TK/RA/BA. Secara keseluruhan sepanjang 2013,  GNOTA Bojongsari berhasil menghimpun dana mencapai Rp 46,4 juta. Dana tersebut meningkat dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp 21 juta.

“Pasti sampai kepada si penerima. Karena orang tua asuh dapat menyalurkan dananya di sekolahnya sendiri, dikantornya sendiri atau dilingkunganya sendiri. Dan anak kurang mampu yang jadi sasaran dapat dipilih sendiri,” ungkap Subeno yang juga Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Menurut subeno, kebijakan tersebut guna mempercepat penyaluran dana dan memantau sasaran anak asuh secara berkelanjutan. Selain itu juga untuk lebih efektif dan meningkatkan akuntabilitas penyaluran dana anak asuh.

“Disisi lain pengurus kabupaten juga menghimpun dana sendiri dan pendistribusiannya ke seluruh kecamatan yang masih membutuhkan,” jelasnya.
Dia mencontohkan, seorang guru di sekolah bisa menjadi orang tua asuh kepada siswanya yang kurang mampu. Jika di sekolah itu dananya lebih, bisa diberikan ke sekolah lain yang masih membutuhkan.

Karenanya, Subeno mendorong para pengusaha, guru sertifikasi, para perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah kecamatan Bojongsari untuk turut bergabung menjadi orang tua asuh. Guna membantu lebih banyak siswa kurang mampu diwilayahnya sendiri.

Ditambahkan Subeno, untuk penghimpunan dan penyaluran dana, dilakukan oleh Forum Koordinasi dan Komunikasi Orang Tua Asuh (FKK-OTA) yang berkedudukan di kecamatan, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan kepala sekolah atau guru di sekolah.

“Pengurus GNOTA kabupaten  cukup menerima laporan administrasinya saja, berapa dana terhimpun, berapa anak asuh yang dibantu. Jika ada anak asuh yang belum terbantu, agar dilaporkan ke pengurus kabupaten, dan akan diusahakan dananya,” jelasnya.

Pengurus LGNOTA kecamatan Bojongsari, H Kaendar SPd menuturkan, dalam kurun waktu Januari 2013 hingga Januari 2014, GNOTA Bojongsari berhasil menghimpun dana anak asuh sebanyak Rp 46.426.000. Dana tersebut dihimpun dari orang tua asuh keluaga UPT Dinas Pendidikan Bojongsari Rp 30,3 juta, keluarga besar PPAI Kemenag Rp 6,7 juta, orang tua asuh SMP N 1 Bojongsari Rp 6,7 juta dan tokoh masyarakat Rp 2,6 juta.

“Yang kita salurkan hari ini (18/1), sebanyak Rp 32.520.000 untuk 271 siswa SD/MI,TK/RA/BA dan Rp 6.756.000 untuk siswa SMP N 1 Bojongsari. Sisanya untuk operasional kantor dan acara penyaluran,” terang Kaendar sembari menambahkan kalau pihaknya masih memiliki saldo Rp 1.584.500. (BNC/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response