Banjir Pekalongan Rendam 7 Kecamatan

(Foto: Faathimatuzzahro/BNC)
(Foto: Faathimatuzzahro/BNC)
PEKALONGAN (BanyumasNews.com) – Hujan yang mengguyur wilayah Pantura selama nyaris tiga hari terakhir membuat tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan terendam banjir. Tujuh kecamatan itu adalah Sragi, Tirto, Wiradesa, Bojong, Siwalan, Wonokerto, dan Buaran.

Dari informasi yang dihimpun BanyumasNews.com dari relawan Pekalongan Peduli yang ada di lapangan, banjir terparah menimpa Desa Jeruksari di Kecamatan Tirto. Desa ini merupakan daerah pesisir pantai, sehingga menjadi muara aliran air dari daerah yang lebih tinggi. Ketinggian air di Jeruksari mencapai satu meter dan di sebagain tempat bisa lebih.

“Jeruksari paling parah. Air laut meluap ke darat, sedangkan dari darat air mengalir ke laut, jadi mereka terkepung,” demikian penjelasan Abud Furqon, koordinator relawan Pekalongan Peduli. kepada BanyumasNews.com ketika dihubungi via telepon, Minggu (19/1) pagi.

Selain Jeruksari, tujuh desa lain di Kecamatan Tirto terkena banjir. Ketujuh desa itu adalah Pucung, Sepacar, Karanganyar, Mulyorejo, Dadirejo, Tegaldowo, dan Karangjompo. Banjir di Desa Sepacar, Mulyorejo, dan Tegaldowo tercatat paling tinggi, yakni mencapai ketinggian satu meter.

Di Kecamatan Wonokerto, seluruh desa di wilayah tersebut yang terdiri atas 11 desa dilanda banjir. Di Kecamatan Wiradesa, banjir membuat jalur pantura yang merupakan jalan utama Pekalongan-Jakarta tersendat. Di Kecamatan Sragi, banjir merendam Desa Purwodadi, Bulakpelem, Tegallontar, dan Tegalsuruh.

Di Kecamatan Siwalan, banjir melanda Desa Pait, Depok, Blacanan, Tanjungkulon, dan Yosorejo. Sementara di Kecamatan Buaran terdapat dua desa yang direndam banjir, yakni Desa Kertijayan dan Simbang Kulon.

Meski banjir meluas, namun hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa. (wws/pp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.