Jamuan Tamu Agar Gunakan Pangan Lokal

kudapan4

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si meminta agar acara-acara kantor di jajaran Pemkab menggunakan snack yang berasal dari bahan-bahan lokal. Kurangi jenis makanan yang banyak dijual di toko-toko makanan, tetapi lebih banyak menggunakan makanan yang berasal dari lokal Purbalingga.

”Saya meminta agar setiap acara-acara Pemkab, jamuan snacknya menggunakan bahan pangan lokal. Hal ini selain untuk memperkenalkan jajanan lokal, juga mengangkat potensi kudapan dari masyarakat desa,” kata Bupati Triyono saat membuka lomba cipta menu kudapan berbasis kearifan pangan lokal di alun-alun, Minggu (6/12).

Dikatakan Bupati, sejatinya banyak makanan dan jajanan lokal dari Purbalingga yang lezat rasanya. Beberapa jajanan itu termasuk tujuan wisata kuliner wisatawan yang datang ke Purbalingga. Sebut saja, ada soto kriyik, soto so, soto Jatisaba, gule melung, buntil Kutasari, dan berbagai jajanan dan makanan yang patut sebagai sajian. ”Buntil Kutasari misalnya, selain rasanya yang khas dan nikmat, juga apabila dikemas dengan bagus dan bisa bertahan lama, bisa sebagai oleh-oleh para tamu,” kata Bupati Triyono.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Ny Anas Sumaryo mengatakan, lomba cipta menu kudapan berbasis kearifan pangan lokal dimaksudkan untuk menggali kreatifitas masyarakat dalam menyajikan berbagai makanan kudapan dengan memanfaatkan potensi lokal. Ketentuan lomba antara lain, makanan yang dibuat berasal dari 50 persen bahan lokal dan 50 persen bahan campuran, dan indeks harga kudapan Rp 15 ribu. Sedang kriteria penilaian meliputi rasa dan hasil olahan, kreatifitas, cara penyajian, resep, kerapian, kebersihan, kesehatan dan keamanan pangan. Peserta yang terdaftar sebanyak 301 dari seluruh PKK, Dharma Wanita dan organisasi wanita di Purbalingga.

Keluar sebagai juara dalam lomba tersebut Juara I  PKK Desa Kedungwuluh Kalimanah, II Dharma Wanita Setda, III Desa Tetel Kecamatan pengadegan. Juara Harapan 1 sampai 3 masing-masing Desa Sindang Mrebet, Desa Makam Rembang dan Desa Karangtengah Kemangkon. (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.