Gagalkan Bom Bunuh Diri, Remaja 15 Tahun Diusulkan Jadi Pahlawan

Ditulis 11 Jan 2014 - 10:05 oleh Eko Nurhuda
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
104
Dalam Tag
aitzaz hasan, pakistan

Aitzaz Hasan, diusulkan Perdana Menteri Pakistan untuk menerima penghargaan sebagai pahlawan.

BanyumasNews.com – Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif merekomendasikan seorang remaja yang tewas saat berusaha menggagalkan aksi bom bunuh diri di sekolahnya sebagai pahlawan.

Aitzaz Hasan (15) dielu-elukan seluruh negeri setelah secara berani berkonfrontasi dengan seorang pelaku bom bunuh diri yang menjadikan teman-teman sekolahnya sebagai target. Aitzaz sendiri tewas dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (6/1) lalu.

Kejadian ini berlangsung di Ibrahimzai, sebuah daerah di kota Hangu yang didominasi oleh penganut Siah. Hangu sendiri termasuk dalam administrasi Propinsi Khyber Pakhtunkhwa. Propinsi ini terletak dekat dengan basis Taliban dan al-Qaeda, juga terkenal dengan kekerasan sektarian terhadap penganut Siah.

Dalam kejadian tersebut pelaku bom bunuh diri menargetkan para pelajar yang sedang berkumpul dalam sebuah acara. Diperkirakan sekitar 2000 pelajar berada di lokasi kejadian saat itu. Aitzaz yang mengetahui pelaku berusaha mendekati kerumunan pelajar kemudian menggagalkan aksi tersebut.

“Ia berkata, ‘Aku akan menghentikannya. Pengebom itu sedang mendekati sekolah untuk membunuh teman-temanku.’ Ia ingin menangkap pelaku bom bunuh diri itu. Ia ingin menghentikan aksi tersebut. Namun pelaku bom bunuh diri meledakkan bom dan menewaskan sepupuku,” ujar Mudassar Hassan Bangish, sepupu Aitzaz, kepada BBC.

Penghargaan langsung mengalir usai kejadian tersebut. Pemerintah propinsi Khyber Pakhtunkhwa menyatakan pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga Aitzaz sebagai penghargaan. Pihak keluarga sendiri menolak untuk larut dalam kesedihan. Alih-alih menangisi kematian Aitzaz, keluarga ingin mengenang aksi berani anggota keluarganya itu dengan kebanggaan.

PM Pakistan lantas mengajukan nama Aitzaz sebagai penerima gelar pahlawan Sitara-e-Shujjat kepada presiden. Gelar ini hanya dapat diberikan oleh pemimpin tertinggi negara tetangga India tersebut.

“Aksi sahid nan berani Aitzaz telah menyelamatkan nyawa ratusan pelajar dan memberikan contoh baik bagi tindakan patriotis,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan kantor perdana menteri.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response