Pabrik Gula Gendhis Multi Manis Blora Segera Beroperasi

Ditulis 10 Jan 2014 - 17:56 oleh Yit BNC
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
349
Dalam Tag
Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora.

Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora.

BLORA (BanyumasNews.Com) – Uji coba penggilingan yang akan dilakukan di Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) Blora, diharap dilakukan dengan menggiling gula tebu, bukan menggiling gula rafinasi maupun gula mentah impor. Hal tersebut sekaligus sebagai penguat komitmen pengelola pabrik gula, untuk lebih mengutamakan penggilingan tebu petani.
“Saya tidak mau petani dipermainkan dengan cara yang tidak sesuai. Saya mau yang digiling tebu petani. Saya mau mengukur kadar keberpihakan terhadap petani. Saya tidak mau petani dirugikan lagi, yang nanti pasti marahnya sama saya,” tegas Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH, saat Peresmian Jembatan Timbang PG GMM, Waduk Gendhis Tirta Mulya, serta Temu Wicara dengan Petani Tebu Kabupaten Blora,  yang berlangsung di Pabrik Gula GMM Kabupaten Blora, Kamis (9/1).

 

Diakui, kondisi gula Indonesia dari tahun ke tahun cenderung menurun. Namun, sejumlah upaya dilakukan untuk membangkitkan produksi gula, khususnya di Jawa Tengah. Dan upaya itu pun berhasil, dengan capaian swasembada gula Jawa Tengah pada 2013. Bahkan, mampu surplus 2.819 ton gula. Beroperasinya pabrik gula di Blora diharapkan menjadi rintisan kebangkitan gula di Indonesia.

“Tapi, janji untuk bersenyawa dengan petani harus ditepati. Jangan sampai nanti tebu petani tidak ditampa (diterima) karena rendemennya jelek. Tidak hanya cukup menyuplai kepada pabrik terus digiling, tapi pabrik juga harus membina agar kualitas tebu sesuai dengan spech Pabrik Gula,” kata Ganjar.

 

Untuk itu, Gubernur bersama jajarannya dan pemerintah kabupaten akan terus melakukan pengecekan di lapangan. Prinsipnya, keberadaan pabik haris dapat memberikan kemakmuran untuk masyarakat. Namun, jika nantinya masyarakat sudah mendapat kenikmatan, mereka juga diminta tidak menuntut yang berlebihan, melainkan sewajarnya saja.

 

Senada dengan Gubernur, Bupati Blora, Djoko Nugroho, juga berharap keberadaan pabrik gula akan meningkatkan perekonomian masyarakat, dan menyejahterakan petani. Apalagi, di Blora terdapat 3.800 hektare lahan tebu, dengan tenaga kerja di dalam lahan sekitar 40-50 ribu orang petani.

Sementara itu, Presiden Direktur PG GMM, Ir Kamajaya, menyatakan, pihaknya akan lebih mengutamakan menggiling gula tebu milik rakyat. Bahkan, dia berjanji tidak hanya akan bersatu dengan petani, melainkan akan bersenyawa, dengan kata lain pihaknya dan petani menjadi satu nyawa. Namun, di luar giling tebu, pihaknya juga akan menggiling gula mentah untuk mengisi idle capacity.

 

Komitmen kebersamaan dengan petani dituangkan dengan dibuatnya naskah kerja sama yang akan menerima produk petani dengan rendemen minimal delapan persen. Hal itu dinilai rasional mengingat sejarah tebu petani di Indonesia bisa berkisar antara 12-14 persen.

“Untuk awal-awal ini, produksi petani mungkin masih belum begitu bagus. Karenanya, kami akan tetap terima tebu petani dengan rendemen kurang dari delapan persen, dan akan tetap kami bayar seperti rendemen delapan persen. Tapi, kalau rendemennya lebih dari itu, kami akan bayar lebih,” beber Kamajaya.

Dibangunnya waduk di kawasan pabrik juga merupakan bentuk perhatian kepada petani, mengingat wilayah Blora merupakan daerah sulit air. Sementara, untuk memperoleh hasil yang baik, tanaman tebu membutuhkan air lebih banyak. Waduk Gendhis Tirta Mulya itu memiliki kapasitas 150 ribu meter kubik, dan nantinya air akan didistribusikan melalui saluran irigasi yang sudah ada. Sementara, jembatan timbang dibangun agar pengukuran tebu yang disalurkan ke pabrik tebu, dapat lebih transparan. Jadi, sebelum disetor, truk beserta muatannya akan ditimbang. Setelah bongkar muatan, truk dalam keadaan kosong ditimbang ulang. Selisihnya merupakan berat tebu yang disetor. Dalam hal ini, pengemudi truk akan mendapatkan struk dari petugas.

 

“Selama musim giling, petani juga diperbolehkan menaruh orangnya di pabrik, untuk ikut mengawasi. Mulai dari penimbangan, pengukuran rendemen, dan sebagainya. Itu juga merupakan salah satu keterbukaan kami,” tandas dia. (BNC/*)

Tentang Penulis

Leave A Response