Resmi Menjabat Bupati Tegal, Ki Enthus Janji Tetap Mendalang

Ditulis 09 Jan 2014 - 06:05 oleh Eko Nurhuda

SLAWI (BanyumasNews.com) – Ki Enthus Susmono resmi menjabat sebagai Bupati Tegal setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (8/1) lalu. Meski telah menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tegal, namun Ki Enthus menyatakan tak akan meninggalkan dunia pewayangan.

Dalang Ki Enthus Susmono Bupati TegalSebelum mencalonkan diri sebagai bupati Tegal bersama Umi Azizah, Ki Enthus sudah lebih dulu terkenal sebagai dalang. Pria kelahiran Tegal, 21 Juni 1966, itu dikenal piawai memainkan wayang kulit dan juga wayang golek. Di daerah Pantura, wayang golek yang identik dengan budaya Sunda memang kerap dimainkan oleh masyarakat Jawa.

Ki Enthus terkenal sebagai dalang muda yang inovatif, meski sebagian kalangan memandangnya nyeleneh. Contohnya saat ia menciptakan wayang rai wong, yaitu wayang dengan wajah orang, serta wayang santri.

Pujian atas kreativitas Ki Enthus dilontarkan oleh dalang top Ki Manteb Sudarsono, sosok yang diakui Ki Enthus sebagai gurunya dalam dunia pedalangan.

“Dia itu dalang muda yang paling berani terutama dalam berinovasi,” kata Ki Manteb di sela-sela acara pelantikan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Rabu (8/1) lalu.

Dalang Sabtu-Minggu
Popularitasnya sebagai dalang inilah yang kemudian membuatnya memenangi Pilkada Kabupaten Tegal pada 27 Oktober 2013 lalu. Dibantu para relawan dan anggota Sanggar Satria Laras, padepokan sekaligus tempat tinggalnya di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Ki Enthus yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa ini akhirnya mengungguli rival-rivalnya.

Karena itulah sang Bupati yang bakal memimpin Kabupaten Tegal selama periode 2014-2019 ini tak bisa melepaskan diri dari dunia pedalangan yang telah membesarkan namanya. Ia justru banyak belajar soal kepemimpinan dari lakon serta tokoh wayang yang biasa dimainkannya saat mendalang.

“Dalam pewayangan itu ada strategi perang dan penokohan kepemimpinan. Jadi, tinggal mentransformasikan saja,” ujarnya dalam suatu kesempatan.

Ki Enthus juga berjanji bakal terus mendalang. “Saya akan menjadi dalang tunggu (Sabtu dan Minggu),” katanya dengan nada berseloroh.

Maksudnya, Bupati Tegal ini akan meluangkan waktu pada Sabtu dan Minggu untuk mementaskan wayang. Ki Enthus pun tidak akan membedakan pemberi order mendalang. Ia bakal datang tanpa memandang siapa yang mengundang, baik swasta, pemerintah daerah, maupun masyarakat umum.

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response