Jam Layanan “Halo Kemkes” Ditambah demi Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Ditulis 07 Jan 2014 - 06:37 oleh Eko Nurhuda

logo jkn jaminan kesehatan nasionalJAKARTA (BanyumasNews.com) – Demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, layanan telepon “Halo Kemkes” ditambah menjadi 24 jam. Dengan demikian, masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat menghubungi nomor 021-500567 kapan saja, tidak cuma pada jam kerja seperti sebelumnya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan, Murti Utami, menyatakan, penambahan jam layanan “Halo Kemkes” dikarenakan banyaknya telepon masuk dari masyarakat yang antusias mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terutama sejak program JKN secara resmi diluncurkan pada 1 Januari 2014 lalu.

Dari sekian pertanyaan masuk, masih menurut Murti, yang paling banyak ditanyakan adalah mengenai bagaimana prosedur untuk menjadi anggota JKN dan dimana saja masyarakat bisa mendaftarkan diri.

Per Senin (6/1) kemarin, Kementerian Kesehatan telah menambah jumlah petugas yang bertugas melayani masyarakat lewat layanan telepon “Halo Kemkes”. Jika sebelumnya hanya beroperasi pada jam kerja dengan satu orang pekerja, maka mulai kemarin sudah ditangani dua orang petugas. Keduanya bekerja penuh selama 24 jam non-stop secara bergantian dalam sistem shift.

Cara Mendaftar JKN
Program JKN ditujukan bagi seluruh warga negara Indonesia di lingkup wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun cara untuk menjadi anggota JKN adalah dengan mendaftarkan diri di kantor atau loket Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terdekat.

Untuk mendaftar, beberapa persyaratan yang harus dilengkapi calon peserta JKN adalah fotokopi KTP, kartu keluarga, dua lembar foto ukuran 3×4, serta mengisi formulir pendaftaran. Setelah itu calon peserta akan diberi slip pembayaran iuran rutin yang dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI dan BRI.

Setelah membayar iuran, calon peserta diminta kembali ke loket BPJS tempatnya mendaftar untuk melapor dan meunjukkan slip pembayaran dari bank. Ini diperlukan untuk mengambil kartu JKN sebagai tanda sahnya calon peserta tadi sebagai peserta JKN.

Untuk tahap pertama, peserta JKN ditargetkan berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu yang masuk dalam daftar penerima bantuan iuran (PBI), pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunannya, anggota TNI/Polri dan pensiunannya, serta peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) Jamsostek.

Selanjutnya JKN diharapkan diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia. Calon peserta dapat menyesuaikan besaran iuran dengan kemampuan masing-masing. Untuk memperoleh layanan kesehatan kelas I, iuran bulanannya sebesar Rp59.500. Sedangkan untuk layanan kelas II dan kelas III iuran bulanannya masing-masing sebesar Rp42.500 dan Rp25.500 perbulan. (ant)

Tentang Penulis

Eko Nurhuda, kontributor tetap BanyumasNews.com. Berdomisili di Pemalang, Jawa Tengah.

Leave A Response