Rosemary, nenek berkulit perak

Ditulis 25 Des 2013 - 21:18 oleh Sista BNC

Gara-gara menggunakan obat tetes hidung yang mengandung perak, ketika umurnya masih 11 tahun, Rosemary Jacobs kini memiliki kulit  berwarna perak yang jarang dijumpai pada orang lain. Rosemary kini sudah berusia 71 tahun, dan belum ada tanda-tanda kesembuhan terhadap kelainan kulitnya.

Rosemary, nenek berkulit perak

Rosemary Jacobs, 60 tahun lamanya menderita kelainan warna kulit.

Sebenarnya ketika mengalami musibah ini, sekitar 60 tahun lalu, Rosemary sudah berobat ke dokter. Tetapi setelah mendiagnosis kondisi kulitnya, dokter memprediksi kondisi kulit berwarna perak akan berlangsung selamanya, hingga ajal menjemput.

Rosemary, nenek berkulit perak

Berusaha tetap tersenyum.

Dalam dunia kedokteran, gangguan kesehatan yang dialami Rosemary disebut argyria. Penyebabnya adalah paparan bahan kimia yang mengandung perak. Kelainan ini juga bisa membuat kulit menjadi berwarna biru atau abu-abu.

“Perubahan warna pada kulit saya berjalan sangat lambat, sehingga saya tidak menyadarinya. Tetapi setelah bertahun-tahun, perubahan warna itu terlihat makin jelas,” ujar Rosemary.

Para dokter juga mengatakan kepadanya, bahwa kondisi fisik seperti ini sudah tidak ada obatnya lagi. Itu berarti, warna perak pada kulitnya sudah bersifat permanen. “Kenyataan itu sangat menyakitkan saya,” tambah nenek malang tersebut.

Rosemary, nenek berkulit perak

Masa muda dilaluinya dengan penuh kecemasan.

Beberapa pengobatan telah dilakukan Rosemary selama bertahun-tahun. Ketika usianya 36 tahun, misalnya, dia pernah menjalani dermabrasi kulit atau prosedur untuk menghilangkan lapisan atas pada kulitnya.

“Dermabrasi tidak sakit sama sekali. Saya hanya tampak mengerikan setelah melakukannya. Butuh waktu sekitar enam bulan untuk mengetahui reaksi pada kulit saya atas tindakan dermabrasi tersebut,” kata Rosemary.

Sayangnya, ketika kulitnya tumbuh kembali, warnanya berubah menjadi merah muda dengan bercak abu-abu dan berjerawat. Prosedur itu tidak membuat kondisinya makin membaik.

Tidak hanya bahan kimia saja yang dapat mengubah warna kulit. Peristiwa hampir sama juga pernah terjadi empat tahun silam, ketika seseorang berubah warna kulit menjadi oranye setelah memakan wortel.

Untuk melihat bagaimana kondisi Rosemary Jacobs, berikut ini videonya. Semoga bisa membuat kita semua makin hati-hati dalam penggunaan obat-obatan.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=WZNxV_UDBdQ]

Semoga bermanfaat.

Tentang Penulis

Leave A Response