Anggaran pengadaan lahan hanya Rp 1 miliar

Ditulis 03 Des 2009 - 22:13 oleh Banyumas1

PURBALINGGA  – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Purbalingga tahun 2010 hanya mengalokasikan Rp 1 miliar untuk pengadaan lahan. Dana sebesar itu, masih tidak cukup untuk membeli lahan seluas yang dibutuhkan.
Kasubag Pertanahan pada Bagian Pemerintahan Umum Setda Purbalingga, Danang Nuswantoro ,  Kamis (3/12) menuturkan, pemkab butuh lahan untuk perluasan beberapa bangunan milik pemerintah. Diantaranya, SMP Negeri 1 Bukateja, SMK Negeri 1 Bukateja, SMK Negeri Bojongsari, SMK Negeri Rembang dan Puskesmas Kalimanah.
Kompleks SMA Negeri 2 Purbalingga juga membutuhkan pintu masuk dari jalan S Parman. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga membutuhkan perluasan lahan.
“Sedang beberapa ruas jalan di kota Purbalingga juga membutuhkan normalisasi. Meliputi perempatan jalan AW Soemarmo dengan jalan lingkar utara dan perempatan jalan lingkar barat di kelurahan Karangsentul,” tutur Danang.
Sekadar perbandingan, lanjut Danang, untuk pengadaan pintu masuk SMA Negeri 2 Purbalingga dan perluasan RSUD saja membutuhkan lahan masing-masing 4 ribu meterpersegi. Perluasan kompleks SMP Negeri 1 Bukateja butuh lahan 4500 meterpersegi. SMK Negeri Bukateja 3 ribu meterpersegi.
SMK Negeri Bojongsari malah belum punya lahan sendiri dan selama ini masih menumpang di gedung SMP Negeri 1 Bojongsari. Kalau harus memiliki lahan sendiri, sesuai permendiknas, harus disediakan lahan sedikitnya 2 hektar.
“Artinya rencana anggaran pengadaan tanah pada APBD 2010 memang masih sangat kecil,” ujar Danang.
Pemkab Purbalingga memang memiliki beberapa bidang tanah eks bengkok. Hanya saja lokasinya berjauhan dengan sekolah-sekolah dan puskesmas yang membutuhkan perluasan lahan tersebut.
Kebutuhan lahan untuk sekolah-sekolah itu, terutama untuk memenuhi standar nasional dan internasional. Karena lahan sekolah yang terbatas, alternatifnya hanya dua. Yakni perluasan atau relokasi. Untuk SMK dan SMP Negeri 1 Bukateja, SMK Negeri Rembang, perluasan masih memungkinkan karena tersedia lahan kosong milik warga di sekitar sekolah.
Sedang SMP Negeri 1 Purbalingga yang saat ini tengah berstatus rancangan sekolah bertaraf internasional terkendala oleh persoalan lahan. Lokasinya yang berada di jalan Alun-alun selatan tidak mungkin memenuhi syarat lahan seluas 10 ribu meterpersegi.
Areal sekolah itu berbatasan dengan pemukiman padat penduduk di sebelah barat, dan gedung Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) di sebelah selatan.Sedang sebelah utara dan timur sekolah itu terbentang jalan raya. Alternatif yang memungkinkan hanya ‘mencaplok’ lahan dan gedung Disbudparpora. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response