Purbalingga Gagas Gelar Kebudayaan Banyumasan

PURBALINGGA – Gelar Budaya dan Pariwisata (GBP) yang akan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersamaan dengan Purbalingga Expo 2009, 18 – 31 Desember 2009 mendatang, diharapkan menjadi embrio diselenggarakannya gelar kebudayaan Banyumasan. Budaya Banyumasan memiliki kekhasan yang unik dan spesisifik, sehingga berpotensi untuk dijual sebagai aset wisata.

Gagasan tersebut disampaikan Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, ketika melakukan dialog udara ‘Halo Bupati’ yang digelar Bagian Humas Setda di Radio Suara Perwira, Selasa (1/12). Dialog rutin bulanan itu kali ini mengambil tema ‘Gelar Budaya – Pariwisata dan Purbalingga Expo 2009’.

Dikemukakan Bupati Triyono, jika gelar budaya Banyumasan dapat terwujud maka selain mampu nguri-nguri budaya banyumasan, juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal, nasional, bahkan internasional.

“Saya berobsesi, event ini akan bisa digelar secara bergiliran di Kabupaten se-exs wilayah Banyumas yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Jadi setiap kabupaten menjadi tuan rumah empat tahun sekali,” kata Bupati Triyono.

Menurut Bupati Triyono, event gelar budaya yang dilakukan oleh kabupaten yang serumpun, saat ini juga dilakukan oleh 8 kabupaten di pesisir Selatan Provinsi Jawa Timur. Gelar budaya itu mampu menyedit wisatawan dari luar negeri. Paket wisata yang dijual, cukup wisata budaya. Wisatawan akan sangat tertarik dengan budaya lokal yang unik dan menarik. ”Saya sangat yakin, event budaya Banyumasan akan sangat luar biasa jika terwujud,” kata Bupati Triyono.

Bupati Triyono mencontohkan, tari-tarian banyumasan selama ini juga banyak diminati wisatawan nasional dan mancanegara. Tarian Banyumasan itu sejatinya unik, penarinya sigrak, jenaka dan sedikit erotis. “Tarian ini menggambarkan budaya masyarakat Banyumas yang terbuka atau cablaka,” kata Bupati Triyono.

Untuk merealisasikan event ini, lanjut Bupati Triyono, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan para kepala daerah di empat kabupaten tersebut yang masih berbau budaya Banyumasan. “Saya akan segera mengkoordinasikan ini dengan para bupati. Mudah-mudahan mendapat tanggapan dan dukungan. Dan pelaksanaan gelar budaya di Purbalingga mendatang, saya harapkan akan menjadi embrio gelar budaya Banyumasan di kemudian hari,” kata Bupati Triyono.

Dibagian lain Bupati Triyono menyampaikan, pada event gelar budaya Purbalingga, akan ditampilkan berbagai seni dan tradisi budaya lokal yang berasal dari beberapa wilayah kabupaten di Jateng, Jabar, Jatim dan Yogyakarta . Untuk wilayah Jateng, setidaknya sudah ada 8 kabupaten yang akan mengirimkan tim-nya untuk meramaikan agenda ‘The Amazing of local culture’ yang menjadi bagian kegiatan dari gelar budaya-Pariwisata dan Purbalingga Expo 2009.

Sejumlah pertunjukan kebudayaan juga akan disuguhkan kepada masyarakat luas secara gratis. Seni budaya yang ditampilkan antara lain parade ebeg, parade lengger Banyumasan, wayang kulit, campursari, wayang orang, gejog lesung, rampak genjring, ludruk, wayang golek, gelar aneka seni lokal seperti rodat, dames, ujungan dan seni tradisi lainnya.

“Yang jelas, gelar budaya ini akan menampilkan aneka seni budaya daerah dan nusantara yang tentunya eksotik dan penuh filosofi,” kata Bupati Triyono. (banyumasnews.com/tgr)

4 Comments

  1. Cuman sayangnya…..program yang bagus-bagus seperti ini seringkali tidak berkelanjutan dan terkesan “mancla-mencle”.

  2. oke banget kayaknya ya………yok 4 kabupaten (Purbalingga,Banjarnegara, Banyumas& Cilacap) kita dukung program ini……..

  3. Sayang program – program yang bagus seringkali tidak berkelanjutan dan terkesan “mancla mencle”.

  4. bagus nih… ora mung fisik sing dibangun, tapi juga mental melalui kebudayaan. Lanjutkan!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.