Gurame Bakar ‘Duo Upik’ Dinikmati Diatas Kolam

Ditulis 28 Nov 2009 - 21:11 oleh Banyumas1

JIKA Anda menginginkan santapan gurame bakar yang segar, tidak ada salahnya jika pilihan jatuh ke warung gurame bakar ’Duo Upik’. Warung ini berada di tengah suasana perdesaan, tepatnya di RT 21/10 Dusun Kutasari, Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Jarak dari pusat kota sekitar lima kilometer arah Barat  atau ke arah wilayah Kecamatan Kutasari. Tidak ada petunjuk arah untuk mencapai warung itu, hanya ancar-ancar yang mudah adalah mencari kolam renang Tirta Asri Walik. Warung itu berada di sisi Timur kolam renang.

Engelola warung Ny Andreas mengungkapkan, ia mulai membuka usaha warungnya kecil-kecilan sekitar awal tahun 2004. Ketika itu, hanya menyediakan sebuah sebuah gubuk kecil disamping rumah. Gubuk itu dibangun diatas kolam gurame yang dijadikan bahan baku. Lama kelamaan, seiring banyaknya pelanggan, Ny Andreas membangun dua buah gubuk lagi yang semuanya juga berada diatas kolam. Kini ada tiga gubuk yang masing-masing mampu menampung 15 orang untuk dua gubuk kecil, dan sekitar 30 – 40 untuk gubuk yang besar.

Sajian gurame yang utama adalah menu gurame bakar. Namun, Ny Andreas tetap bisa melayani gurame yang dimasak lainnya seperti gurame bumbu Bali, sop gurame, gurame pecak. Selain itu juga bisa dipesan ikan Melem goreng.

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana desa dengan hamparan ladang tanaman kangkung, bisa datang ke tempat ini dulu sambil menunggu masakan matang. Memang untuk satu menu gurame bakar, waktu menunggu yang dihabiskan bisa sampai setengah jam. Oleh karenanya, bagi pengunjung yang tak ingin berlama-lama menunggu masakan, bisa menghubungi lewat telepon dulu ke 08122783138. Kita bisa pesan jam berapa masakan matang, dan sekaligus booking tempat. Dengan cara ini, konsumen yang sudah memesan begitu datang langsung menyantapnya.

Ciri khas gurame bakar ’Duo Upik’ adalah ikan yang dibakar masih segar. Bahkan harus ditangkap dulu dari kolam yang berada dibawah gubuk-gubuk warung. Jadi praktis, waktu yang lama karena harus mulai menangkap ikan, membersihkan ikan, hingga membakar ikan. Gurame yang sudah dibersihkan, tidak langsung dibakar, tetapi dimasukan sebentar ke minyak goreng mendidih. Gampangnya hanya digoreng sepintas. Lalu, gurame itu dibumbui lagi dan dibakar hingga masak.

”Menu gurame bakar sebenarnya sama dimana-mana. Yang membedakan hanya soal bumbu,” aku Ny Andreas.

Soal harga boleh dibilang hampir sama dengan warung makan lainnya yang menyediakan gurame. Satu porsi gurame ukuran sekitar 8 ons dihargai Rp 44 ribu. Setiap sajian gurame bakar dilengkapi dengan lalapan daun kemangi, dan mentimun, dan yang tak ketinggalan sambal terasi yang rasanya khas.

Ikan bakar ini akan semakin lengkap jika dinikmati dengan sayuran ca kangkung. Dengan harga satu piring ca kangkung Rp 6 ribu, terasa menu makan kita semakin lengkap. Kangkung yang dimasak oleh Ny Andreas juga terbilang segar. Bahkan harus mengambil dulu di kebun kangkung depan warungnya.  Tak percaya, silahkan mencoba. (banyumasnews.com/c

Menikmati gurame bakar (foto:tgr/BNC)

Menikmati gurame bakar (foto:tgr/BNC)

Gurame bakar siap santap (foto:tgr/BNC)

Gurame bakar siap santap (foto:tgr/BNC)

Bercengkerama sambil menunggu masakan gurame duo upik (foto:tgr/BNC)

Bercengkerama sambil menunggu masakan gurame duo upik (foto:tgr/BNC)

tegar brillianto)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. mbahe 18/12/2009 pukul 23:39 -

    nice

  2. bgs 01/12/2009 pukul 05:59 -

    wah brsih juga tempatnya… tapi untuk ke sana kalau gak ada plang / papan penunjuk bingung juga yah…. ntar nyasar-2….

Leave A Response