Longsor Lagi, Tebing Ambrol, Jalur KA Terancam Tertutup Tanah

Ditulis 25 Nov 2009 - 20:03 oleh Banyumas1

BANYUMAS-Diguyur huan deras, pergerakan tanahkembali terjadi dan mengakibatan terjadinya longsor susulan di lokasi jalur kereta api di perbatasan Banyumas-Brebes Rabu sore (25/11). Kondisi ini diperparah dengan longsornya tebing setinggi 60 meter yang berada diatas jalan raya dan jalur kereta api. Beruntung sejumlah pekerja sedang beristirahat dan tidak berada di lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Pemantauan BanyumasNews.com (BNC) di lokasi menyebutkan,kondisi bukit Desa Kranggan Pekuncen, Banyumas yang berada di sisi jalan raya dan jalur kereta ini benar benar mengancam tertutupnya jalur kereta. Longsor yang menimbulkan keretakan juga berpotensi menghancurkan podasi jembatan yang berada di atas jalur kereta tersebut. Pengendara yang melewat jembatan yang masuk wilayah Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan Brebes ini harus ektra hat hati.longsor KA 1 bukit yg ambrol

Longsor susulan ini selain mengakibatkan dua rumah kosong dan bangunan pabrik kayu hancur, juga merusak kebun dan jaringan kabel optik milik sebuah operator seluler.

Jembatan penghubung Bnyumas-Brebes, rawan ambruk (foto:mut/BNC)

Jembatan penghubung Bnyumas-Brebes, rawan ambruk (foto:mut/BNC)

Menurut warga, kondisi makin parah ini terjadi sejak ada penggalian bukit untuk lokasi pabrik kayu yang berada disisi jembatan. karena terjadi gelontoran air dari atas, akibatnya terjadi pergerakan tanah secar terus menerus.keretakan tanah yang sehari sebelumnya lebar hanya sekitar 20 sentimeter, Rabu sore sudah mencapai dua meter lebih.

“benar benar mengkhawatrikan sekali, karena bukit yang sebagian asuk wilayah Banyumas dan sebagian Brebes itu bisa sewaktu waktu longsor dan akan menutup jalur kereta,” ujar Saeful (19) warga setempat
Selain itu, aliran air dibawah tanah yang terus berlangsung mengakibatkan terjadinya keretakan dimana mana. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dinding tanah yang berada di sisi jalur double track tersebut longsor dan menutup seluruh jalur kereta. Keretakan juga berpotensi merusak bahu jembatan sehingga mengancam terputusnya jalan utama Jakarta-Purwokerto.

Tentang Penulis

Leave A Response