PGRI Inginkan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang Berpengalaman

Ishak SPd, MPd,Ketua PD PGRI Purbalingga (foto:tgr/BNC)
Ishak SPd, MPd,Ketua PD PGRI Purbalingga (foto:tgr/BNC)

*Isyaratkan Dukung HS

PURBALINGGA – Pengurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menginginkan calon bupati dan wakil bupati Purbalingga periode 2010 – 2015 mendatang merupakan  orang yang telah memiliki pengalaman. “Bupati dan Wakil Bupati periode mendatang hendaknya telah memiliki pengalaman yang memadai di bidang pemerintahan, pendidikan, politik, dan kemasyarakatan,” tegas Ketua PD PGRI Purbalingga, Iskak, S.Pd, M.Pd.

Penegasan Iskak disampaikan dalam kebulatan tekad dan pernyataan sikap pengurus dan anggotaPGRI Kabupaten Purbalingga pada apel besar dalam rangka HUT PGRI ke-64, Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2009, serta peresmian stadion Goentoer Darjono, Rabu (25/11). Acara yang digelar di stadion Goentoer Darjono itu sekaligus sebagai pemecahan rekor paduan suara terbanyak yang dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Meski pernyataan Iskak tidak menyebut kepada salah seorang bakal calon bupati, namun kebulatan tekad itu mengisyaratkan dukungan terhadap Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si  sebagai calon bupati. Heru yang siap berlaga melalui PDI Perjuangan saat ini menjabat wakil bupati mendampingi Drs H Triyono Budi sasongko, M.Si.  Heru dinilai memiliki seluruh kriteria yang diinginkan PGRI.

Kriteria lainnya yang diinginkan PGRI, Bupati dan wakil bupati memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan. Kemudian Bupati dan Wakil Bupati sanggup melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis oleh bupati sebelumnya sehingga terwujud kontinuitas dan inovasi dalam melaksanakan pembangunan.

“PGRI juga menginginkan bupati dan wakil bupati yang legitimate, merakyat dan aspiratif sehingga mampu mengakomodasi semua kepentingan masyarakat,” kata Iskak.

Dibagian lain Iskak mengatakan, PGRI tetap bersifat unitaristik, independen dan non partai politik, tetapi anggotanya memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lainya. “Anggota PGRI tetap menggunakan hak politiknya dalam Pilkada 2010 mendatang,” kata Iskak.

Dalam kebulatan tekad tersebut, PGRI juga mendesak Menteri Agama RI untuk segera mengubah pola pengalokasian sertifikasi guru agama dari pengalokasian berorientasi pada lokasi kerja (Madrasah, sekolah dan pesantren), kembali kepada ketentuan semula dengan pola pendidikan, masa kerja, kepangkatan, usia, sehingga tidak menimbulkan diskriminasi pendidikan.

Sementara itu, Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si ketika membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional mengatakan, terdapat tiga makna penting Peringatan HGN 2009 dan HUT PGRI Ke-64 yakni, reflektif kesejarahan, introspeksi kekinian, dan antisipatif futuris. “Dengan memahami makna substansi yang terkandung pada hari guru, kita hantarkan anak – anak kita sebagai penerus bangsa,” katanya.

Menurut Bupati, prestasi, keteladanan dan kepeloporan para guru yang telah ditunjukkan semasa revolusi hingga sekarang adalah semangat dan tradisi perjuangan yang perlu terus menerus diselaraskan seiring dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. “Untuk mengantisipasi hal itu, tidaklah berlebihan kiranya harapan masa depan bangsa dan harapan kita semua dipertaruhkan kepada mereka yang berprofesi sebagai guru dan pecinta dunia pendidikan,” katanya. (banyumasnes.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.