Penetapan BBS – Khotib abaikan mekanisme partai

Ditulis 24 Nov 2009 - 21:15 oleh Banyumas1

PURBALINGGA-Penetapan pasangan cabup dan cawabup R Bambang Budi Surjono (BBS)- Ahmad Khotib dari Partai Golkar dipersoalkan oleh sejumlah pengurus. Pasalnya penetapan itu dianggap tak sesuai dengan mekanisme partai. Penetapan itu dituding dilakukan secara sepihak dengan tidak melibatkan unsur kepengurusan secara lengkap.

Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Masykur SH menyatakan, pihaknya merasa terkejut dengan adanya acara penetapan nama cabup dan cawabup di kediaman Bendahara DPD II Partai Golkar H Sudono ST MT pada Jum’at (20/11) lalu. Karena dia merasa sebelumnya belum ada pembahasan kearah sana.

“BBS memang kemungkinan besar akan menjadi cabup Golkar, namun sampai saat ini dia belum mendaftarkan diri secara resmi ke partai. Mengapa langsung ditetapkan sebagai cabup,” ujarnya.

Padahal sebelumnya pengurus juga telah bersepakat bahwa penentuan dan penetapan cabup dan cawabup akan menunggu verifikasi dari tim penjaringan. Dia yang masuk tim tersebut mengaku bahwa ada kesan mekanisme penetapan cabup dan cawabup tidak terbuka. “Saya mendukung nama BBS menjadi cabup Golkar. Namun kok mekanisme penetapan BBS sebagai cabup yang tidak sesuai mekanisme. Saya melihat ada kepentingan oknum pengurus dibalik semua ini,” kata Masykur tanpa menyebut oknum pengurus dimaksud.

Masykur menegaskan dia tidak menolak jika Golkar berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karena memang Golkar tak mampu mengusung cabup dan cawabup sendiri. Malah menurutnya yang pertama dilakukan adalah mematangkan konsep koalisi antara Golkar dan PKB. “Setelah matang dan mantap baru kita mendeklarasikan BBS sebagai cabup,” ujarnya. (Banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response