Kirab Manggala Praja Diikuti Prajurit Kraton Jogja dan Solo

Ditulis 18 Nov 2009 - 17:35 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke 179 dipastikan berlangsung meriah. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang terkesan garing, rangkaian peringatan hari jadi yang jatuh pada 18 Desember akan berlangsung hingga dari tanggal 19 hingga 31 Desember 2009.

Rangkaian kegiatan meliputi ritual rutin seperti Pahargyan Agung dan Kirab Manggala Praja serta resepsi hari jadi. Ditambah kegiatan Purbalingga Expo 2009 di kompleks Stadion Goentoer Darjono, berbagai lomba dan pagelaran kesenian.

”Untuk kegiatan Kirab Manggala Praja tahun ini, panitia melibatkan prajurit Bergada Bergas Tambak Baya dari kraton Jogjakarta dan prajurit Soro Geni dari kraton Solo. Dalam kirab itu juga ditampilkan kereta kencana kraton Jogja. Serta Bergada Dipokusumo, yakni prajurit Tamtama Muda Kusuma dari Purbalingga,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Purbalingga, Drs Suyitno, Rabu (18/11).

Momentum hari jadi Purbalingga juga dimanfaatkan untuk menampilkan kembali berbagai kesenian yang sudah nyaris hilang. Pada pembukaan Purbalingga Expo 2009, dipertunjukkan kesenian begalan dan ujungan.

Kesenian tradisional lain yang akan memeriahkan peringatan hari jadi meliputi ketoprak oleh PGRI Purbalingga dengan lakon Syekh Jambukarang, Dames, lengger, kuda lumping dan angguk. Panitia juga menggelar festival kentongan se eks wilayah karesidenan Banyumas, dan gelar aneka seni lokal oleh sanggar-sanggar seni di Purbalingga.

Selain seniman lokal, panitia juga mengundang kelompok kesenian wayang orang Sri Wedari Solo, kelompok kesenian ketoprak Ngesti Pandowo Semarang,dan pegelaran wayang kulit dengan dalang Bayu Aji.
”Selain itu, kelompok kesenian ludruk Surabaya pimpinan Kirun juga akan ditampilkan,” ujar Suyitno.

Pada rangkaian peringatan hari jadi Purbalingga itu juga terdapat kegiatan lomba mancing bertingkat nasional yang dipusatkan di Taman Curug Gringsing. Serta lomba ayam Bekisar se Jawa-Bali. Hadiah bagi pemenang meliputi piala bupati dan hadiah uang. Suyitno belum bersedia menyebutkan nominal hadiah uang bagi pemenang lomba mancing tersebut.

Rangkaian peringatan hari jadi yang dibuat sangat meriah itu, menurut Suyitno, merupakan upaya untuk percepatan (akselerasi) pembangunan pariwisata di Purbalingga. Selama ini, citra Purbalingga sebagai daerah tujuan wisata di Jateng sudah membaik.

”Kami ingin memanfaatkan betul momen ini untuk memajukan pariwisata di Purbalingga,” lanjut Suyitno sembari menyebutkan, perhelatan hari jadi itu menelan biaya total sekitar Rp 700 juta. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response