Baca puisi menyambut “Hari Sastra Tegalan”

Ditulis 12 Nov 2009 - 17:18 oleh Banyumas1

TEGAL-Sebuah acara budaya digelar untuk menandai kebangkitan Sastra Tegalan. Pada tanggal 26 Nopember mendatang, Kelompok “Lintang Ngalih” Kota Tegal, menggelar perayaan “Hari Sastra Tegalan”. Sejumlah pembaca puisi siap tampil antara lain dari kota Tegal, Slawi, dan Brebes. Acara bertajuk “Menyambut Tahun Kampiyun dengan Sastra Tegalan” bakal digeber di Taman Wisata “Lembah Agro” Desa Karangjambu, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, jalur menuju Obyek Wisata Guci.

Mereka yang siap meramaikan acara tersebut, diantaranya H. Tambari Gustam, Endhy Kepanjen (Kota Tegal), Apito Lahire, Apas Kafasi, Abu Ma’mur, Mi’roj Adhika AS, Linda Manise, Yaskur Parondina, Zacky Paila (Slawi), dan juga pembaca puisi Ela Kurniawan, Hamidin Krajan dan Takwin dari Kabupaten Brebes. Acara akan dimulai dari pukul 09.00 Wib sampai senja kala. Dalam acara tersebut, mereka dibebaskan melakukan aksi pembacaan puisi Tegalan di atas batu, taman, pepohonan, kolam ikan, bahkan di atas bukit.

Menurut Ketua Penyelenggara Ipuk NM Nur, acara tersebut dipandang penting dilaksanakan karena gerakan kebudayaan bernama Sastra Tegalan telah mewarnai peta sastra di wilayah Tegal dan sekitarnya.

“Tidak dipungkiri, sejak seniman-seniman Tegal dan Slawi melakukan lawatan budaya lokal di Taman Budaya Surakarta (TBS), Indramayu, Jakarta tahun 2004 – 2005, Sastra Tegalan telah menjadi gerakan budaya kami sebagai orang-orang pesisir utara, Jawa Tengah” tandas Ipuk.

Belakangan, katanya, mereka pun merayakan hal yang sama di tiga tempat; yakni di Kota Semarang, Solo, dan Tegal setahun lalu. Dan kini, untuk menindaklanjuti perayaan tersebut, Ipuk menggelar di daerah perbukitan.

“Acara ini sengaja kami gelar di Lembah Agro karena budaya Nasional terdiri dari puncak-puncak kebudayaan lokal. Dan kami memandang bahwa Sastra Tegalan adalah puncak kebudayaan lokal jenius yang oleh karena itu, perlu dirayakan secara spektakuler di kawasan puncak Lembah Agro, disamping kami ingin memperkenalkan keasrian taman wisata itu kepada masyarakat luas” kata Ipuk beralasan.

Lebih jauh dia menjelaskan, dipilihanya tanggal 26 Nopember sebagai “Hari Sastra Tegalan” karena pada tanggal itu, menurut para seniman Tegal dan disekitarnya, merupakan pertama mula menandai lahirnya Sastra Tegalan yang mencuat di tabloid lokal Tegal seperti ‘Kontak’.

“Dari penelitian kami, puisi-puisi Tegalan pertama kali muncul di Tabloid Kontak yaitu pada tanggal 26 Nopember. Kemudian setelah lahiranya Tabloid Porem dan Literasi, banyak bermunculan puisi, wangsalan, juga monolog Tegalan. Itu terjadi pada tahun 1994,” katanya.

Dalam acara tersebut, para seniman sepuh siap meramaikan diantaranya Hadi Utomo, Eyang Kanjeng Mashoeri Dahlan (mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal), dan Sunyoto. Dimeriahkan juga oleh penampilan Ipuk NM Nur dan Lanang Setiawan dengan tembang-tembang Tegalan dalam irama orkestra.
“Panitia pun masih juga membuka para seniman generasi muda untuk terlibat dalam acara ini,” pungkas Ipuk yang kondang dengan sebutan Begawan Prokem Tegalan (banyumasnews.com/tgl)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Benter Tajum 14/12/2009 pukul 15:25 -

    belih ngerti pada iyong melu bungah deneng esih ana sing ngrumati wilayaeh.

  2. Parakan Deog 10/12/2009 pukul 12:01 -

    cocok karo arane (tegalan) kue macane puisine nang ara-ara/tegalan.

Leave A Response