Sejumlah proyek belum sesuai target

Ditulis 09 Nov 2009 - 18:36 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Sejumlah pekerjaan proyek yang dibiayai dari APBD murni dan APBD Perubahan 2009 belum sesuai target yang diharapkan. Proyek-proyek tersebut seperti pembangunan Purbalingga city Park, jembatan Kali Kijing, Auwning pasar Segamas, pembangunan talud pengaman SD Negeri Jingkang Karangjambu, dan sejumlah kegiatan DAK di Dinas Peternakan dan Perikanan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Pembangunan Setda Drs Suroto, M.Si  dalam rapat Koordinasi Pengendalian Operasional kegiatan/Rakor POK ke-III Semester II tahun anggaran 2009 di ruang Ardi Lawet Setda, Senin (9/11).

Dikatakan Suroto, selain sejumlah proyek kegiatan yang belum sesuai target, juga ada pekerjaan yang terpaksa harus ditunda. Pekerjaan tersebut yakni pembangunan tugu bancar tahap I. Penundaan ini akibat gagal lelang sehingga tidak cukup waktu untuk melaksanakan apabila dilelang ulang pada tahap II.

“Sejumlah pekerjaan lain juga harus dikebut karena hanya memiliki masa pelaksanaan selama 75 hari atau bahkan 45 hari kalender. Pekerjaan dimaksud meliputi pembangunan SD Negeri Purbalingga Kidul, gedung museum artefak dan wayang Kutasari,” kata Suroto.

Dibagian lain Suroto merinci, pada tahun anggaran 2009, dari total APBD murni dan APBD Perubahan sebesar Rp 796 milyar, diantaranya dipergunakan untuk belanja fisik ke-PU-an sebesar Rp 168,6 milyar. Dana sebesar ini untuk membiayai 228 kegiatan yang tersebar pada 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sedang dana dekonsentrasi tugas pembantuan sebesar Rp 67,8 milyar dipergunakan untuk membiayai 37 kegiatan yang tersebar pada 8 SKPD.

“Secara umum prestasi capaian pekerjaan ke-PU-an menunjukan perkembangan yang menggembirakan sesuai penjadwalan dan target yang ditetapkan. Namun, sejumlah pekerjaan masih perlu dipacu untuk menghindari keterlambatan pelaksanaan pekerjaan,” kata Suroto.

Sementara itu Sekda Drs H Subeno meminta, pekerjaan yang dibiayai dari APBD 2009 harus selesau secara paripurna, tidak ada yang terlambat, apalagi tidak  selesai baik menyangkut capaian fisik maupun penatausahaan kegiatan. “Pelaksanaan pekerjaan tetap harus mengedepankan aspek-aspek efisiensi, efektifitas, tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, tepat volume serta didukung dengan tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” pinta Subeno. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response