Sekolah kayak untuk anak berbakat diresmikan

Ditulis 07 Nov 2009 - 07:45 oleh Banyumas1
Sekolah Kayak di Purbalingga, alternatif penddikan (foto:tgr/BNC)

Sekolah Kayak di Purbalingga, alternatif penddikan (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA  – Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) meresmikan dan meluncurkan Sekolah Kayak Tirtaseta. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) Depdiknas Ekodjatmiko Sukarso. Peresmian dilakukan di markas Tirtaseta, Desa Galuh Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Jumat siang (6/11). Peresmian dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Heny Ruslanto, Muspika Kecamatan Bojongsari, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Kepada wartawan usai meresmikan sekolah kayak tersebut, Ekodjatmko menegaskan, pembinaan prestasi dan kegiatan kayak arus deras merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Hak untuk mendapatkan pembinaan khusus bagi anak berbakat di bidang tertentu seperti kayak arus deras ini dijamin oleh undang-undang. Karena itu, kami melihat bahwa sekolah kayak Tirtaseta yang membina anak-anak berbakat di bidang kayak arus deras ini sebagai sebuah langkah positif. “Karena itu kami mendukung dan memberikan bantuan kepada sekolah khusus Tirtaseta ini,” kata Ekodjatmiko.

Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Heny Ruslanto menyampaikan apresiasinya kepada Tirtaseta. Ia menegaskan, sekolah khusus Tirtaseta harus memiliki kurikulum. Dan pihaknya akan membantu dalam bentukan bimbingan dan arahan terkait dengan manajemen pendidikannya.

Menurut Heny, selama ini belum pernah ada even-even kayak arus deras yang diselenggarakan pemerintah dan dpertandingkan dalam tingkat regional maupun nasional. Heny berharap pemerintah bisa mengakui dan mendorong pemasyarakatan kegiatan olahraga kayak arus deras tersebut.

Sementara, Kepala Sekolah Kayak Tirtaseta Toto Triwindarto menyebutkan, di negara-negara maju, kayak arus deras sudah menjadi bagian yg tidak terpisahkan dari sistem pendidikan. Di negara-negara itu sekolah kayak sangat lazim diselenggarakan untuk semua tingkatan usia mulai dari tingkat anak-anak usia dini (TK dan SD), yang dikenal dg istillah kid kayaking, hingga tingkatan perguruan tinggi dalam bentuk kayak academy.

“Para orangtua di negara-negara itu tidak ragu untuk memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah kayak sebagai bagian komplementer dari sistem pendidikan umum. Dan upaya mereka untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yg mandiri, memiliki bertanggungjawab sosial, rasa cinta tanah air, self confidence, berwawasan global, enterpreneurship, dan lingkungan,” ujar Toto.

Ia menambahkan, dalam bentuk yang lebih khusus lagi ada sekolah kayak yg memiliki program diperuntukkan untuk mendidik anak-anak dengan bakat istimewa di bidang kayak arus deras. Di lembaga-lembaga khusus ini, anak-anak berbakat difasilitasi untuk menjadi kayaker profesional. Lulusan lembaga pendidikan kayak itu akan menjadi atlet kayak yang mewakili negara dalam berbagai kejuaraan dunia atau olimpiade, pemandu wisata kayak, biro perjalanan adventure kayaking, produser film dokumenter, pekerja film dan televisi, instruktur, dan profesi lain yg terkait.

Mata pelajaran yg diberikan dalam sekolah-sekolah khusus itu selain kayak arus deras adalah materi penunjang profesi. Misalnya teknik memandu wisatawan, administrasi perjalanan, bahasa asing, kebudayaan global, citizen jurnalism dan penulisan artikel perjalanan, pembuatan video, fotografi, editing, internet connections, teknis pembuatan web site dan blog, public speaking, table manner, etiket dan perilaku, serta mata pelajaran lainnya.

Karena itu, saya sangat bersyukur ketika Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa Depdiknas Bapak Ekodjatmiko Sukarso memberikan masukan dan arahan agar Tirtaseta menyelenggarakan pula sekolah kayak arus deras khusus untuk anak berbakat.

“Kami berharap dengan peresmian dan dukungan dari pemerintah pusat ini, kami dapat berkembang untuk memberikan sumbangsih bagi pengembangan pendidikan kayak arus deras di masa yang akan datang,” kata Toto.   (banyumasnews/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. agus r 08/11/2009 pukul 13:29 -

    satu kelas beapa orang

  2. wong PBG 07/11/2009 pukul 07:51 -

    sip… berapa bayarnya yah…. ada bea siswa gak

Leave A Response