Obat kedaluarsa menumpuk,Puskesmas kekurangan stok

Ditulis 06 Nov 2009 - 19:04 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Pemusnahan obat di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ajibarang dan yang nilainya mencapai Rp 272 juta beberapa waktu lalu mulai mendapat tanggapan. Banyak kalangan yang menyayangkan pemusnahan karena obat-obat tersebut sudah kadaluarsa tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Banyumas, Ali Umar Basalamah, misalnya dia sangat menyayangkan penyimpanan obat yang sampai kadaluarsa. Hingga obat tersebut harus dimusnahkan. Dari hasil sidak Komisi D, obat kadaluarsa yang ada di RSUD Ajibarang senilai Rp 92 juta, sementara yang kadaluarsa di gudang Dinkes senilai Rp 180 juta.

” Padahal masih banyak Puskesmas dan klinik yang kekurangan obat,” ujar Basalamah yang juga anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Menurut Ali Basalamah kenapa banyak obat yang kadaluarsa di RSUD Ajibarang. Padahal rumah sakit tersebut belum lama berdiri. Sementara batas exipred obat biasanya sampai 2-3 tahun.” Atas temuan kami ini, Komisi D akan mendesak agar Dinas Kesehatan melakukan evaluasi secara menyeluruh dalam sistem penyaluran obat. Dinas Kesehatan juga diminta untuk lebih mengintensifkan koordinasi dengan Puskesmas-Puskesmas (banyumasnews.com/mut).

Tentang Penulis

Leave A Response