Tradisi Gepyok Kali, banjir yang membawa rejeki

Ditulis 06 Nov 2009 - 18:41 oleh Banyumas1
Anak anak dengan hanya mengenakan celana berburu ikan (foto:mut/BNC)

Anak anak dengan hanya mengenakan celana dalam berburu ikan (foto:mut/BNC)

BANJIR ternyata tidak selamanya menjadi musibah. Buktinya, warga Dusun Parakan Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Banyumas, justru menangguk untung. Meskipun banjir disungai yang berada di belakang pemukiman nyaris merendam rumah penduduk, namun dibalik itu ternyata mereka justru senang. Kenapa?

Seser,alat penangkap ikan dipasang dibawah derasnya air (foto:mut/BNC)

Seser,alat penangkap ikan dipasang dibawah derasnya air (foto:mut/BNC)

Ikan ikan inipun dimasukan e dalam kantong plastik (foto:mut/BNC)

Ikan ikan inipun dimasukan ke dalam kantong plastik (foto:mut/BNC)

Pada musim awal hujan sungai tersebut ternyata mmbawa ribuan ikan yang bisa setiap hari mereka tangkap.Saat banjir Ikan ikan ini datang  dari hilir dan naik ke daerah bendungan Dusun Parakan. Dibawah bendungan inilah,ikan ikan sebesar jari kaki ini bermain berloncatan. Kesempatan ini dimanfaatkan warga sekitar untuk menangkapnya. Mereka beramai ramai turun ke sungai dengan membawa berbagai alat penangkap ikan, seperti jala, seser, hingga menangkap dengan tangan.

Inilah yang disebut warga sebagai Tradisi Gepyok Kali. Tradisi turan temurun yang dilakukan setiap awal musim hujan. Mereka secara serentak sekitar pukul 07.00, mendatangi sungai Parakan.

Tak hanya pria maupun wanita,anak anakpun ikut memburu ikan dengan cara menangkap langsung dengan tangan mereka. Para pemburu ikan ini berderet di bawah bendungan. Ditangan mereka alat jaring disiapkan menunggu ikan ikan berloncatan masuk perangkap.  Mereka sangat tahu, jika ikan ikan itu bakal bermain di air deras bawah bendungan.

Menurut Rito (41), salah seorang pemburu ikan, dalam sehari mereka bisa mendapatkan ikan 4 sampai 5 kilogram. Pada hari hari awal hujan, bahkan ada warga yang bisa mendapatkan hingga 8 kilogram. Ikan ikan itu sebagian besar dikonsumsi untuk sendiri. “Tapi kalau dapat banyak seperti ini, ya kita jual ke pasar,” ujar Rito.

Menurut Kuseri, sesepuh Dusun Parakan Kracak, sungai Parakan memang dikenal memiliki ikan yang banyak. “Bahkan seperti tak ada habisnya, meski setiap hari di jala sama warga, tapi selalu ada saja ikannya,” tutur Kuseri.Sebagian besar ikan yang ada di sungai itu jenis Mujair dan Lele Uceng (lele kcil) dan Udang.

Tradisi Gepyok Kali memang selalu mendatangkan rejeki. Karena itu warga berharap pemerintah tidak merubah atau membongkar bendungan yang sudah dibangun puluhan tahun itu . Karena dikhawatirkan, ikan ikan tersebut akan pindah tempat (banyumasnews.com/mutiara

Anak anak Kracak Ajibarang menangkap ikan tanpa alat dalam tradisi Gepyok Kali (foto:mut/BNC)

Anak anak Kracak Ajibarang menangkap ikan tanpa alat dalam tradisi Gepyok Kali (foto:mut/BNC)

Ikan Mujair sebesar jari kaki itupun tertangkap (foto:mut/BNC)

Ikan Mujair sebesar jari kaki itupun tertangkap (foto:mut/BNC)

nissa)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Benter Tajum 29/07/2010 pukul 10:38 -

    iwakke kue dudu jenis mujair ming melem iwak kali asli parakan mung esih dadi benter…lele cilik kue arane lendi uceng ya ana dewek uceng arane, ana iwek uceng, iwak kekel, iwak boso, iwak nyongo, iwak pelus, iwak baceman, iwak oleng, iwak palung, iwak brek, iwak tawes nek iwak palung kue mirip iwak arwana..kiye jenise wis madan kurang anane nang nggon bantaran.

Leave A Response