Diduga Korupsi Rp 2,1 Milyar, Mantan Kadinkes Purworejo Ditahan

Ditulis 02 Nov 2009 - 22:15 oleh Banyumas1

PURWOREJO – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dr H Sururi (60) warga Dusun Caren Lor RT 03 RW 02 Desa Kaliurip, Kecamatan Bener, Purworejo, Senin (2/11) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sururi dianggap paling bertanggung jawab terhadap pengadaan barang alkes (alat kesehatan) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purworejo yang merugikan negara Rp 2.138.999.136.

Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo Erwin Desman SH MH mengatakan, tersangka Sururi dalam posisinya sebagai kepala dinas ketika itu telah memerintahkan kepada calon pemenang lelang PT Djama Mulia Bersaudara (DMB) Semarang untuk menyetor sebesar 30 persen dari nilai proyek sebesar Rp 5.983.050.000. Peran lain Sururi, ia mengetahui dan bekerjasama dengan penyedia jasa. Sehingga saat dalam pelelangan pengadaan alkes yang dimenangkan PT DMB.

”Perintah menyetor uang sebesar 30 persen tersebut disampaikan melalui pelaksana lapangan, Sutarman, dari PT DMB Semarang dan disetujui. Ternyata, faktanya tidak 30 persen, tapi 40 persen yang diambil dari nilai proyek,” kata Erwin.

PT DMB melakukan penyetoran dua kali. Pertama untuk uang muka senilai Rp 970 juta yang diserahkan tunai kepada Ir H Didit Abdul Madjid selaku koordinator pelaksanaan pengadaan alkes. Sisa uangnya senilai Rp 1.168.999.136 oleh PT DMB diserahkan kepada Suyadi SE Kepala Kantor Kas Daerah Purworejo waktu itu. Namun oleh Suyadi sesuai perintah Didit Abdul Madjid dan H Budi Santoso SSos MSi alias Dody mantan Kabag Keuangan Pemkab Purworejo waktu itu, tidak disetorkan ke Kasda melainkan diperhitungkan sebagai angsuran pembayaran hutang keduanya ke Kasda.

”Seperti untuk pembayaran proyek-proyek yang belum dibayar. Yang jelas hutang-hutang yang dilakukan keduanya untuk kepentingan pribadi mereka,” kata Erwin.

Dijelaskan Erwin Desman, dari total uang setoran kedua oleh PT DMB sejumlah Rp 1.168.999.136, 35 persennya untuk Dody dan 65 persennya untuk Didit. Keduanya juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut dan sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Purworejo. Saat ini keduanya ditahan di Rutan Purworejo untuk kasus lain. Bila keduanya keluar nanti, keduanya akan langsung ditahan lagi untuk kasus korupsi pengadaan alkes DKK 2004.

”Saat ini baik Didit maupun Dody ditahan di Rutan untuk kasus pengadaan buku perpustakaan 2004. Kalau keluar, mereka akan langsung kami tahan lagi,” ujar Erwin.

Erwin menambahkan, harga alat-alat kesehatan dalam proyek tersebut sudah dimark-up. Mark-up yang dilakukan tidak bisa dihitung karena sudah dihitung oleh BPKP dan sudah diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari hasil audit BPKP waktu itu, diketahui kerugian negara mencapai Rp 2.138.999.136. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. clariantneiska 03/11/2009 pukul 18:59 -

    simbah buyutnya simbah kita dan sepupu jauhnya simbah gede kita berikut cucu ponakan dan menantu cucu cucunya juga gemar bicara putih dan gemar beraksi hitam , pun pak denya simbah buyut dari simbah tetangga kita berikut anak dari cucu mereka sama juga , akhirnya , kita juga ? mulut kita boleh bicara tidak ,tapi bagaimana dengan nurani kita?
    sebenarnya sederhana saja , mari , dengan membiarkan nurani kita berteriak teriak keras meng-eling-kan kita dan menutup rapat rapat mulut kita ( bila perlu di jahit pakai las karbit ) beraksi putih buat diri dan dunia , dalam apapun dan dalam situasi keadaan hal dan pekerjaan apapun . selalu melihat ke diri dan jangan menuding kehitaman jelaga orang lain….
    kembali ke topik …kita serahkan semua pada bapak bapak dan ibu ibu yang secara prosedural dan substansial memang di posisikan untuk mengurusi kasus kasus itu…. yang memang hitam ya harus di ganjar , yang jelas jelas putih ya tolong segera di kasih oksigen murni biar bisa napas lagi….
    tapi ya itu tadi …semoga saja bapak bapak dan ibu ibu yang secara prosedural dan substansial memang di posisikan untuk mengurusi kasus kasus itu bukan bagian dari cicit cicit dari simbah buyut pak denya simbah leluhur leluhur kita ….yang demennya sama yang item item doang …

  2. Slamet 03/11/2009 pukul 01:17 -

    duit rakyat nggo bancakan saenak-wudele dewek! ayo cicak turun ke daerah, pasti banyak kasus lain belum digelar. kalau ditotal seluruh Indonesia berapa jumlah yang dikorup? pantesan kita disebut negara TERKORUP di dunia!!! jangan ada BUAYA di daerah, semoga!!!

Leave A Response