Balon Bupati ambil hati warga korban longsor

Ditulis 02 Nov 2009 - 20:28 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Bakal calon bupati Bambang Budi Saryono (BBS) memanfaatkan musibah bencana tanah longsor sebagai ajang ‘kampanye’ simpatik. Pengusaha batu bara asal Purbalingga yang sukses di Kalimantan Timur itu memberikan bantuan kepada korban tanah longsor Rp 5 juta dan bantuan untuk rehab gedung sekolah senilai Rp 10 juta. Bantuan diserahkan kepada kades Panusupan, Kecamatan Rembang, Sulismi.

“Bantuan ini semoga bisa membantu untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak,” kata Bambang.

Bantuan sebesar Rp 5 juta diberikan kepada 9 KK yang masih mengungsi dan rumahnya berada di tanah yang rawan longsor. Kades Sulismi mengatakan sangat berterima kasih atas perhatian dari salah satu warga Purbalingga atas musibah itu. “Bantuan akan kami salurkan langsung kepada yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu sebanyak 9 Kepala Keluarga (KK) di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Purbalingga hingga Senin (2/11) petang masih mengungsi. Mereka khawatir akan terjadinya longsor susulan akibat hujan deras yang masih mengguyur. Apalagi rumah mereka berada di daerah yang rawan longsor.

Kepala Desa (Kades) Panusupan, Sulismi mengatakan 9 KK itu masing-masing berasal dari Kadus III sebanyak 3KK, Kadus IV 5 KK dan Kadus II 1 KK. Menurutnya mereka rata-rata mengungsi di rumah sanak saudaranya. “Kalau siang mereka datang ke rumahnya, namun ketika sore hari dan hujan turun dengan deras mereka memilih mengungsi. Karena khawatir rumahnya akan terkena longsoran,” jelasnya.

Dia mengungkapkan rumah warga tersebut berada di dekat aliran Sungai Ideng yang meluap jika hujan turun. Luapan air sungai masuk dan menggerus tanah sekitarnya. Sementara rumah warga tersebut berada di tanah yang relatif tak stabil itu. Mengenai penanganan selanjutnya pihaknya masih menunggu koordinasi dari kecamatan dan kabupaten. “Kami telah diminta untuk mendata kerugian materi akibat musibah ini,” terangnya.

Seperti diberitakan,sedikitnya 900 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Panusupan, Kecamatan Rembang Purbalingga, terisolir menyusul longsornya tebing setinggi 10 meter. Tebing tersebut longsor hingga menutupi jalan raya yang menjadi satu-satunya akses menuju desa setempat. Longsoran juga membuat jalan beraspal selebar 4 meter itu amblas beberapa centimeter. Musibah longsor itu sendiri terjadi pada Kamis (29/10) malam. Tanah longsor juga merusakan sejumlah fasilitas umum seperti MI Pagilaran, SD Negeri 2 Panusupan, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bojongsari, dan SMP Negeri 4 Rembang. Praktis, untuk sementara aktivitas di sekolah tersebut terganggu. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response