Realisasi bulan dana PMI Purbalingga tak penuhi target

Bupati TBS menyerahkan hasil bulan dana PMI ke ketua PMI Purbalingga Heru Sudjatmoko (foto:tgr/BNC)
Bupati TBS menyerahkan hasil bulan dana PMI ke ketua PMI Purbalingga Heru Sudjatmoko (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Realisasi pelaksanaan bulan dana Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2009 tak mampu memenuhi target. Dari rencana Rp 337,9 juta, hanya tercapai Rp 287 juta atau sekitar 84 persen. Dari angka realisasi inipun masih dikurangi untuk biaya operasional yang mencapai Rp 32,4 juta. Sehingga hasil bersih yang diserahkan ke PMI sebesar Rp 254,6 juta.

Ketua panitia bulan dana PMI 2009 AKBP Drs Ruslan Effendi, M.Si mengakui jika hasil yang dicapai dalam penghimpunan dana belum sesuai harapan. ”Kami telah berusaha dengan segala upaya, akan tetapi panitia menyadari bahwa hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, karena ada keterbatasan, kekurangan dan ketidaksempuraan,” kata Ruslan Effendi yang juga Kapolres Purbalingga.

Ruslan Effendi mengemukakan hal tersebut ketika menyerahkan hasil bulan dana PMI kepada Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si di ruang rapat bupati, Jum’at (30/10). Bupati kemudian menyerahkanya dalam bentuk ceque kepada Ketua PMI Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si.

Dari data penyumbang bulan dana PMI, ironisnya yang tidak bisa memenuhi target justru berasal dari pejabat negara seperti ketua DPRD, Komandan Kodim, Kapolres, dan Komandan Bataliyon. Dari pimpinan lembaga tersebut, target yang dipatok sebesar Rp 1,4 juta, hanya terealisasi 53,57 persen. Sementara untuk pejabat negara lainnya seperti bupati dan wakil bupati melebihi target. Bahkan bupati Triyono yang ditarget memberikan sumbangan Rp 300 ribu, mampu menyumbang Rp 2 juta atau realisasi hampir 666,6 persen. Begitu pula dengan wakil bupati dari target Rp 300 ribu, tercapai sumbangan Rp 1 juta (333,3 persen). Sedikit berbeda dengan jabatan wakil ketua DPRD yang ditarget Rp 190 ribu, terpenuhi target Rp 200 ribu (105 %).

Ruslan Effendi merinci, berdasar rekapitulasi sumbangan, terinci atas sumbangan dari kepala keluarga sebesar Rp 85,6 juta (93 persen), siswa SD Rp 32,2 juta (84 %), siswa SMP Rp 11,5 juta (80,4 %), siswa SMA/SMK Rp 6 juta (74,9 %), siswa di lingkup Departemen Agama Rp 6,6 juta (99,6 %), jasa pengusaha Rp 104,3 juta (72 %), anggota Korpri Rp 26,3 juta (108 %), dan sumbangan TNI Polri Rp 4 juta (137,7 %).

”Dana tersebut dihimpun selama 3 bulan terhitung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2009. Sedang pengumpulan dana melalui kupon, juru bayar instasi, souvenir dan kotak,” kata Ruslan Effendi. (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.