Rampok di Purbalingga, gasak 2 mobil dan uang Rp 60 juta

Ditulis 30 Okt 2009 - 11:21 oleh Banyumas1
Perampok mengacak acak ruangan (foto:tgr/BNC)

Perampok mengacak acak ruangan (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Aksi perampokan menggoyang Purbalingga. Rumah pengusaha ayam Nurul Khadir Ghaos (39) alias Aos yang berada di RT 2 RW 3 Kelurahan Kandanggampang, Purbalingga, Jum’at (30/10) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB disatroni kawanan rampok. Para perampok yang jumlahnya diperkirakan delapan orang masuk dan membawa kabur dua buah mobil, uang tunai, perhiasan serta telepon genggam milik korban.

Kawanan rampok masuk dengan merusak pintu pagar rumah korban. Selain itu juga ada yang memanjat pagar. Mereka lalu masuk dengan mencongkel pintu depan. Sementara korban tidur bersama istrinya di kamar nomer dua. Di kamar nomor tiga dua anak perempuan korban masing-masing  bernama Desy (14) dan Ocha (6) tidur bersama. Sementara dua pembantu wanita bernama Warni (23) dan Saroh (45) tidur di kamar nomer tiga. Satu penjaga rumah bernama Imat (20) tidur di mushala.

Pelaku lalu mendobrak seluruh kamar. Salah seorang pelaku membawa senjata api berupa pistol. Mereka melakukan aksi secara bersamaan dengan menodongkan pistol dan senjata tajam. Selanjutnya para penghuni rumah langsung dilumpuhkan dengan diikat kaki dan tangannya serta mulutnya dilakban. “Hanya Imat yang tidak dilumpuhkan, karena dia tidur di mushala, kawanan perampok itu kemungkinan tidaak tahu,” ujar Desy.

Kemudian para perampok lalu mengacak-acak isi rumah untuk mencari benda berharga. Mereka lalu mengambil uang tunai sebesar Rp 60 juta yang tersimpan di lemari kamar korban. Selain itu perhiasan emas sebesar 6 ons yang juga diambil. Perampok lalu mengambil kunci dua mobil  beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) masing-masing  Honda CRV warna silver  dengan Nomor Polisi (Nopol) R7602-BD tahun 2007 dan Honda Jazz warna putih mutiara tahun 2008 dengan Nopol R-9226-UA. “Mereka lalu membawa mobil keluar,” ujar Desy.

Tak puas dengan itu para perampok juga membawa pergi enam buah telepon genggam. Masing-masing  jenis Blackberry Bold 9000, Nokia N 70, Nokia E 90, Nokia E 81, Nokia 2608 serta Nokia CDMA. Para perampok termasuk berani karena dalam melakukan aksinya mereka tak menggunakan penutup wajah atau topeng. Setelah puas mengacak-acak rumah dan mengambil barang berharga, mereka lalu kabur. “Menurut keterangan mereka menggunakan mobil kijang yang menunggu di luar rumah,” kata sejumlah tetangga.

Setelah pelaku pergi, korban Aos mencoba membuka lilitan tali yang mengikat tangannya. Setelah berhasil dia lalu membuka lakban yang menutupi mulut. Setelah berhasil dia lalu berteriak minta tolong. Penjaga rumah, Imat yang sedang tidur mendengar teriakan minta tolong lalu terbangun. Dia lalu berlari ke ruangan tengah. Betapa terkejutnya dia melihat majikannya dalam posisi terikat.
“Lantas saya membuka ikatannya kemudian menghubungi tetangga dan meminta untuk secepatnya menghubungi polisi,” ujar Imat.

Jajaran Satreskrim Polres Purbalingga hingga berita ini diturunkan masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi. Kapolres Purbalingga AKBP Ruslan Effendi membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Slamet 30/10/2009 pukul 20:40 -

    astaghfirullah…. perampok makin nekat. AYo pak polisi, tangkap dan adili segera!

Leave A Response