Pemkab Purbalingga jajaki kerjasama dengan PPK Sampoerna

Ditulis 29 Okt 2009 - 16:33 oleh Banyumas1
Kandang sapi PPK Sampoerna foto:tgr/BNC)

Kandang sapi PPK Sampoerna foto:tgr/BNC)

Ruang pamer hasil wirausaha (foto:tgr/BNC)

Ruang pamer hasil wirausaha (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Sampoerna Entrepreneurship Training Centre (SETC) atau Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna. Kerjasama tersebut khususnya dalam membentuk kader wirausaha yang mandiri dan pengembangan agro di Purbalingga. Tahap awal penjajakan kemingkinan kerjasama tersebut telah dilakukan Tim Pemkab ke PPK Sammpoerna di Pasuruhan Jatim .

Tim awal yang melakukan kunjungan ke PPK Sampoerna dipimpin Kabag Perekonomian Setda Mukodam, S.Pt, dan didampingi Kabid Prasarana Fisik Bappeda Siswanto, S.Pt, M.Si, Kasubag Pemberitaan Humas Setda Ir Prayitno, M.Si dan Kasi Promosi Investasi Kantor Penanaman Modal (KPM) Gatot Budi Rahardjo, S.Sos, Selasa – Rabu (27 – 28/10).

Mukodam mengatakan, Pemkab Purbalingga sangat berharap tercipta kerjasama dalam upaya menekan angka pengangguran dengan menciptakan wirausahawan baru dan juga pengembangan komoditas agro sebagaimana yang dilakukan PT HM Sampoerna melalui program Corporate social responsibility (CSR).

“Kami sangat tertarik dengan PPK Sampoerna yang dikelola oleh divisi CSR pabrik rokok PT HM Sampoerna. Paling tidak, keberadaan PPK Sampoerna akan bisa mendukung upaya Pemkab Purbalingga dalam mengurangi pengangguran melalui penciptan wirausahawan mandiri,” kata Mukodam.

Semangat untuk menjalin kerjasama antara Pemkab Purbalingga dan PPK Sampoerna dilandasi keberadaan pabrik plasma produksi rokok sigaret milik Sampoerna di Purbalingga. Selain itu juga kondisi agro di Purbalingga yang sangat sejalan dengan kegiatan di PPK Sampoerna. Di Dusun Betiting Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Jatim.

“Di lokasi lahan PPK Sampoerna digarap berbagai demplot pelatihan dibidang agro seperti peternakan sapi, kambing, kolam ikan, pembuatan organik, pupuk cair, pakan ternak, dan berbagai kegiatan pertanian lainnya,” kata Mukodam sembari menambahkan, pihaknya menjadwalkan pertemuan Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko dengan Direksi CSR Sampoerna Mety Rostianawati pada pertengahan bulan Nopember mendatang.

Sementara itu staf PPK Sampoerna Hari Wicaksono mengemukakan, PPK Sampoerna merupakan pusat pembelajaran dan pelatihan terpadu untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha kecil di bidang agribisnis dan teknologi kejuruan tepat guna. PPK Sampoerna berdiri diatas lahan seluas 10 hektar di Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Pasuruan. PPK Sampoerna juga akan mengembangkan lokasi seluas 17 hektar.

PPK Sampoern, lanjut Hari, didirikan pada tahun 2007. PPK sampoerna bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan di bidang agribisnis dan teknologi kejuruan tepat guna. “Selain itu, PPK Sampoerna ingin menjadi model pemberdayaan dan bisnis bagi usaha kecil di Indonesia , serta menjadi sarana penelitian langsung di lapangan (action research) mengenai sistem pertanian terpadu (integrated farming system),” kata Hari.

Hari menambahkan, fasilitas yang tersedia di PPK Sampoerna antara lain areal pertanian terpadu, pelatihan kejuruan tepat guna, ruang pelatihan, unit bisnis kecil dan pengembangan pasar, perpustakaan, asrama, pendopo dan mushola. “Dalam pelaksanaan program pelatihan dan konsultasi bisnis serta pengembangan pasar, PPK sampoerna menjalin kerjasama dengan PT Primakelola Agribisnis Agroindustri yang dikelola Institut Pertanian Bogor,” tambah Hari. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response