Jelang Idul Adha, Disnakan pantau hewan ternak

PURWOKERTO – Guna mencegah penyebaran penyakit akibat pengkonsumsian daging hewan kurban, menjelang hari raya Idul Adha, Disnakan Kabupaten Banyumas akan melakukan berbagai langkah antisipatif pengamanan hari Raya Idul Adha terkait standar kelayakan hewan kurban seperti pemeriksaan hewan kurban dan pengecekan kesehatan hewan kurban apakah layak dipotong atau tidak. Pemeriksaan dan pengecekan akan dilakukan seminggu sebelum pemotongan di berbagai tempat di Kabupaten Banyumas seperti pasar hewan, rumah pemotongan hewan, dan pengepul hewan kurban.
“Semua jenis hewan kurban akan kami cek kelayakannya, jangan sampai masyarakat mengkonsumsi daging hewan yang sakit bukan hanya di RPH, tapi juga dipengepul dan pasar hewan seperti di Ajibarang dan Sokaraja” ungkap Ir. Destianto Kasubag Umum Disnakan Kabupaten Banyumas kepada BanyumasNews.Com kemarin (26/10)
Tiga fase pengecekan akan dilakukan oleh Disnakan yakni pra pemotongan, pemotongan, dan pasca pemotongan hewan kurban. Ketika hari H pemotongan Disnakan akan menerjunkan petugasnya diseluruh kecamatan untuk memantau dan melihat hasil pemotongan hewan kurban. Pengecekan terutama akan dilakukan pada organ hati guna mencegah penyebaran cacing hati dan pada organ rahim guna mencegah kemungkinan keguguran pada wanita.
“Pemeriksaan hati, karena kebanyakan sapi mengandung cacing hati atau Fasciola Hepatica, yang jika dikonsumsi manusia akan tertular penyakit serupa, begitu juga pada sapi betina yang rentan membawa penyakit Brucellosis atau keguguran” tambah Destianto.
Jika dicek didapati hasil bahwa ternak tersebut terkena cacing hati maka pihak Disnakan akan mengambil hati tersebut untuk dibuang dan dimusnahkan sedangkan dagingnya boleh dikonsumsi. Hati yang terinfeksi akan disiram dengan minyak tanah agar tidak dikonsumsi masyarakat. Ketika disinggung soal stok ketersediaan hewan ternak untuk Kurban, Destianto menuturkan bahwa Kabupaten Banyumas tidak pernah kekurangan stok hewan ternak hanya saja akan terus dilaksanakan pemantauan kelayakan untuk dijadikan kurban. Harga terendah sapi Destianto mengatakan berkisar Rp. 8.000.000,- hingga Rp. 11.000.000,- per ekornya tergantung ukuran dan besarnya, sedangkan kambing dan domba berkisar Rp. 1.000.000,- hingga Rp. 1.400.000,- per ekor. (BanyumasNews.Com/CBS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*