Guru wiyatabakti mendemo BKD Banyumas

Ditulis 27 Okt 2009 - 22:06 oleh Sista BNC

PURWOKERTO – Ratusan guru wiyatabakti Kabupaten Banyumas pagi tadi (27/10) mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas guna meminta kejelasan tentang nasib kepegawaian mereka dikarenakan batas pengangkatan otomatis menjadi PNS telah berakhir tahun 2009 ini. Para guru wiyatabakti tersebut menuntut agar dijadikan tenaga honorer Pemda agar jenjang masuk ke CPNS nya menjadi lebih mudah.
“Kasihan kami yang sudah mengabdi belasan tahun untuk pendidikan di Banyumas tapi sampai sekarang status dan nasib kami tidak ada kejelasan” ungkap salah seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya kepada BanyumasNews.Com.
Menemui para guru, Kepala BKD Kabupaten Banyumas. Irawati, SE menuturkan bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa ikhwal tuntutan para guru sekalipun sesungguhnya Kabupaten Banyumas memerlukan banyak tenaga pengajar untuk berbagai jenjang pendidikan. Hal ini dikarenakan sesuai Peraturan Pemerintah No.48 bahwa tahun 2009 ini merupakan kesempatan akhir pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.
Menurut Irawati seluruh prosedur telah dijalankan namun keputusan tetap ada di pusat. Tenaga honorer yang sudah masuk dalam database dipastikan akan diterima menjadi PNS sedangkan yang tidak terdaftar apabila hendak menjadi PNS mereka diwajibkan mengikuti seleksi jalur umum penerimaan CPNS.
“Prosedur sudah semua ditempuh, kami mendata lalu kemudian dikirim ke BKN yang mengauditnya bekerjasama BPKP, kami tidak dilibatkan sehingga keputusan ada dipusat, selain itu kami juga telah melakukan uji publik terhadap mereka,” ungkap Irawati.
Irawati berjanji akan menyampaikan aspirasi para guru wiyatabakti tersebut dan akan megkoordinasikan tuntutan tersebut kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) dan BKN. Selama ini gaji yang dibayarkan kepada para guru wiyatabakti berasal dari dana BOS dan komite sekolah. (BanyumasNews.Com/CBS)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. ahmade a pangrenan 29/05/2013 pukul 13:44 -

    Apa khabar Erawati..

  2. rian 24/06/2011 pukul 18:35 -

    tetep semangat temen2 guru WB….

  3. sigit triharyadi 29/09/2010 pukul 18:25 -

    maaf bu saya mau tanya gimana cara membuat NUPTK lewat internet apa bisa. karena saya wiyata bakti sejak tahun 2005 sedangkan yang baru tahun 2008 kok bisa keluar. sekali lagi saya minta maaf bila ucapan saya tidak benar

  4. Andiman 18/08/2010 pukul 10:09 -

    To : Bu Erawati, S.E.
    Bu, saya Karyawan dari salah satu SMK Ma’arif NU 1 Cilongok. dan saya bekerja sejak tahun 1988 sampai sekarang. Dan apakah saya tidak ada kesempatan untuk ikut mendaftar di PNS sementara guru-guru banyak sekali kesempatan sementara untuk tenaga Kependidikan sampai saat ini nda ada informasi. Tolong Bu perhatikan saya – saya ini terutama TU-TU di sekolah yang hidup sama-sama satu atap pendidikan namun ko ya dibedakan dengan guru. Kami -kami juga pengembang penerus generasi bangsa tapi masih ada ketidak adilan adari pemerintah. terutama kami-kami yg hidup di sekolah swasta. terimaksih.

  5. Sodri 22/01/2010 pukul 09:17 -

    Kami tidak akan menyalahkan atau mencari kesalahannya dimana… tetapi apakah hati nurani Pemerintah (khususnya Pemkab. Banyumas) tidak terketuk dengan menjadikan kami sebagai PNS. Program verifikasi dan validasi data yang akan digulirkan semoga berjalan dengan baik dan benar. sehingga ke depan tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  6. Yoyo Wijianto 30/11/2009 pukul 07:54 -

    Bu Irawati Terkasih, Mohon maaf bu mohon diklafikasi kembali guru-guru bakti SD yang tidak memenuhi kualifikasi pendidikan yang disyaratkan (contoh lulusan kimia mengajar SD dst), atau paling tidak ada pendataan kembali untuk memperjelas guru bakti yang MS dan TMS. Terima kasih atas perhatiannya.

  7. agus sutanto 28/10/2009 pukul 13:51 -

    Waduh bu BKD, untuk uji publik, kami para guru bakti tidak pernah merasa diberitahu atau diundang untuk verifikasi data kami. Jadi gimana dong.. Di tingkat bawah bu, tolong diusut, di tingkat UPK banyak kecurangan

Leave A Response