Bentuk tim khusus,DPRD Banyumas sesalkan kasus KLB Diare

Ditulis 26 Okt 2009 - 19:42 oleh Banyumas1

BANYUMAS-DPRD Banyumas membentuk tim khusus untuk menangani kasus meninggalnya enam warga akibat penyakit yang diduga diare. Menurut mereka, kasus tersebut terjadi akibat lambatnya pemerintah merespon dan mengantisipasinya. Sementara itu hingga kini belum ada
pengumuman hasil laboratorium, jenis bakteri penyakit yang mewabah di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Banyumas tersebut.

Tim dari DPRD Banyumas yang turun ke desa Pamijen menemukan adanya indikasi keterlambatan penanganan medis. Dewan menyesalkan respon pemerintah yang lamban mengatasi kasus meninggalnya enam warga itu.

” Dari hasil investigasi, kami memperoleh informasi kasus tersebut sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun para penderita tidak segera mendapat penanganan medis, sehingga penyakit mereka menjadi akut dan mengakibatkan kematian. Inilah yang kami sesalkan,” ujar Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdianto.

Tim DPRD, Senin kemarin melakukan pemantauan bersamaan dengan pengambilan sampel oleh Dinkes Banyumas dan tim dari UGM Yogyakarta. Sampel berupa air diambil dari rumah dan sungai yang berada di dekat pemukiman penduduk.

Sementara itu dari 13 penderita yang dirawat di Puskesmas Sokaraja dan RSUD Margono Soekardjo Purwokerto, satu orang diperbolehkan pulang.

Pasca kematian enam warga ini, mereka kini ragu untuk mengkonsumsi air sumur dan sungai. Karena itu warga berharap pemerintah segera mengirim air bersih (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response