13 Kabupaten/kota gelar seleksi CPNS mandiri

Ditulis 25 Okt 2009 - 19:08 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
83
Dalam Tag

SEMARANG – Sebanyak 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara mandiri. Meski disebut mandiri, namun tahapan seleksi tetap digelar serentak di seluruh Jawa Tengah. Hanya saja, pengolahan hasil seleksi dilakukan oleh daerah yang bersangkutan. Sistem seleksi mandiri ini disinyalir dapat menjadi ajang KKN (Korupsi Kolusi dan nepotisme) dalam perekrutan CPNS di daerah tersebut.

————

CATATAN: KHUSUS WILAYAH BRALINGMASCAKEB, ANDA BISA MENDOWLOAD BERKAS LENGKAPNYA DENGAN MENG-KLIK TAUTAN INI.

————————

Ke-13 daerah itu meliputi Kota Semarang, Surakarta, Kabupaten Pekalongan, Kendal, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Karanganyar, Wonosobo, Sragen, dan Semarang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Agus Setianto mengatakan, 13 kabupaten/kota mengadakan seleksi secara mandiri, pengolahan hasil seleksi akan dilakukan sendiri oleh daerah yang menggelar secara mandiri. ”Tahapan dan proses pendaftaran seleksi tetap akan serentak digelar mulai 26 Oktober hingga 9 November 2009,” kata Agus Setianto, Sabtu (24/10).

Dibagian lain Agus mengatakan, formasi CPNS untuk seluruh wilayah Jateng tahun 2009 sebanyak 19.487 orang, yang terdiri 1.243 formasi untuk Pemerintah Provinsi dan 18.244 formasi kabupaten/kota. Formasi untuk pemprov tersebut masih terbagi atas 680 untuk honorer dan 563 untuk umum.
”Dari 18.244 formasi kabupaten/kota, 5.662 formasi honorer, 687 formasi sekretaris desa, 12.437 formasi umum. Formasi umum terbagi lagi atas kebutuhan guru 5.431 orang, tenaga kesehatan 3.396 dan tenaga teknis lainnya 3.620,” rinci Agus.

CPNS teranulir 2005 belum jelas
Sementara itu Wagub Jateng Dra Rustriningsih, M.Si mengatakan, soal CPNS yang lolos seleksi pada tahun 2005 dan kemudian teranulir yang jumlahnya mencapai 1.225 orang se-Jateng, pihaknya menyatakan belum tahu persis bagaimana kelanjutannya. Pengangkatan mereka masih menunggu petunjuk dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

”Kami belum bisa memastikan nasib mereka, karena masih menunggu revisi PP 43 tahun 2007. Sedang untuk honorer yang dituntaskan tahun ini adalah mereka yang telah mendapatkan anggaran dari APBD atau APBN,” kata Rustriningsih. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Yang nggak punya duit 04/11/2009 pukul 16:35 -

    saya nggak hbs pikir. kenapa ada yang ngadakan test mandiri? rawan KKN . apakah murni pengadaannya?tlg dijawab kenapa?thanks

  2. bandot 04/11/2009 pukul 16:31 -

    klu gitu tdk usah ada test. mending gede gedean duit itu yang diterima. klu nggak punya duit mending tak usah di beri kartu test dari pada kecewa hasilnya kkn semua. memang ada isu byk oknum nawarkan bisa diterima 100 % di daerah yang melakukan seleksi mandiri.

Leave A Response